Home SirahAbu Qilabah: Lelaki yang Tetap Bersyukur di Tengah Ujian

Abu Qilabah: Lelaki yang Tetap Bersyukur di Tengah Ujian

Abu Qilabah menjawab dengan penuh keyakinan bahwa selama Allah masih memberinya hati yang mengenal-Nya dan lisan yang dapat berdzikir, maka nikmat Allah masih begitu banyak.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Ada manusia yang diuji dengan kemiskinan.

Ada yang diuji dengan sakit.

Ada pula yang diuji dengan kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Namun, ada kisah seorang lelaki yang membuat kita malu kepada diri sendiri ketika mengeluh.

Namanya Abu Qilabah.

Ia adalah seorang yang saleh dari kalangan generasi terdahulu.

Suatu ketika, ia ditemukan dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Kedua tangan dan kakinya telah kehilangan fungsi.

BACA JUGA: Apa Itu Kisah Ashabul Ukhdud?

Penglihatannya pun telah hilang.

Tidak hanya itu.

Ia juga tidak memiliki keluarga yang menemaninya.

Dalam keadaan demikian, Abu Qilabah tetap mengucapkan kalimat-kalimat syukur kepada Allah.

Ia berkata bahwa Allah telah memberikan kepadanya akal dan lisan untuk terus mengingat-Nya.

Kemudian datanglah seseorang yang menyaksikan keadaannya.

Ia bertanya kepada Abu Qilabah,

“Wahai Abu Qilabah, apa yang membuatmu tetap kuat?”

Abu Qilabah menjawab dengan penuh keyakinan bahwa selama Allah masih memberinya hati yang mengenal-Nya dan lisan yang dapat berdzikir, maka nikmat Allah masih begitu banyak.

Betapa dalam kalimat itu.

Tubuhnya kehilangan kekuatan.

Tetapi hatinya tidak kehilangan harapan.

Anggota tubuhnya tidak lagi mampu melakukan banyak hal.

Namun, lisannya masih mampu berdzikir.

Matanya tidak dapat melihat dunia.

Tetapi hatinya masih mampu melihat luasnya rahmat Allah.

Kisah Abu Qilabah mengajarkan bahwa nikmat tidak selalu berbentuk harta, kesehatan, atau kemudahan.

Terkadang nikmat terbesar adalah iman yang tetap tinggal di dalam hati ketika seluruh dunia terasa meninggalkan kita.

Allah Ta’ala berfirman:

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” (QS. Ibrahim: 7)

Maka jangan hanya menghitung apa yang hilang.

BACA JUGA: Masuk Islamnya Abu Dzar Al-Ghifari

Hitung pula apa yang masih Allah titipkan.

Masih ada iman.

Masih ada kesempatan untuk berzikir.

Masih ada waktu untuk bertaubat.

Masih ada hati yang bisa berharap kepada-Nya.

Abu Qilabah seolah mengajarkan kepada kita:

Orang yang mengenal Allah tidak akan pernah benar-benar merasa kehilangan, sebab ia tahu bahwa bersama Allah selalu ada nikmat yang layak disyukuri. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119