Home KajianBunuh Diri: Dosa Besar yang Tidak Boleh Diremehkan

Bunuh Diri: Dosa Besar yang Tidak Boleh Diremehkan

Fitrah yang lurus menolak hal tersebut, dan akal yang sehat pun tidak menerimanya.

by Abu Umar
0 comments 45 views

Menunjukkan simpati berlebihan kepada orang yang bunuh diri tidak akan memberi manfaat baginya. Ia tidak lagi merasakan apa pun dari dunia ini, dan tidak ada yang bisa mengubah keadaannya sekarang. Ia telah kembali kepada Allah ﷻ, berada di bawah keputusan-Nya: jika Allah berkehendak, Dia mengampuni; jika Dia berkehendak, Dia mengazab.

Namun demikian, bunuh diri tetaplah dosa besar, termasuk dalam perkara yang sangat berat dalam Islam. Tidak boleh diremehkan, apalagi dihiasi dengan narasi seolah-olah itu adalah jalan keluar atau bentuk keberanian. Cara pandang seperti ini sangat berbahaya, karena bisa membuka pintu bagi jiwa-jiwa yang lemah untuk meniru perbuatan tersebut.

BACA JUGA:  Kenalilah Dosa-dosa Besar (al-Kabair)

Benar, kita tidak mengetahui secara pasti apa yang dirasakan oleh orang yang melakukannya. Bisa jadi ia berada dalam tekanan, kesedihan, atau ujian yang sangat berat. Dan Allah lebih mengetahui keadaannya, serta lebih Maha Penyayang daripada siapa pun.

Karena itu, sikap yang lebih tepat adalah:
kita mendoakan rahmat untuknya, menahan diri dari membicarakan keburukannya, dan mengarahkan perhatian kepada akar masalah—yaitu tekanan hidup, kegelisahan, dan lemahnya ketahanan jiwa yang mendorong seseorang ke jalan gelap tersebut.

Sesungguhnya, benteng terkuat bagi seorang hamba adalah hubungannya dengan Allah.
Menjaga shalat, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, melaksanakan ibadah sunnah, dan mendekatkan diri kepada-Nya—semua itu menghadirkan ketenangan, menenangkan hati, dan menerangi jalan yang gelap.

Bunuh diri bukanlah solusi.
Ia adalah bentuk pelarian… dan pelarian bukanlah tanda kekuatan, bukan pula keberanian.

Lihatlah saudara-saudara kita yang diuji dengan kesulitan hidup yang jauh lebih berat—kehilangan keluarga, harta, bahkan anggota tubuh—namun mereka tetap bertahan, bersabar, dan berharap kepada Allah. Itu menunjukkan bahwa kekuatan sejati adalah bertahan, bukan menyerah.

BACA JUGA:  Ukuran Dosa Besar dan Dosa Kecil

Maka jangan sampai kebenaran dibalik menjadi kesalahan, dan kesalahan dihiasi seolah-olah kebenaran. Fitrah yang lurus menolak hal tersebut, dan akal yang sehat pun tidak menerimanya.

Semoga Allah merahmati mereka yang telah wafat, menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dan menjaga generasi muda kita dari fitnah zaman ini—zaman di mana keburukan sering dihias indah, dan kebenaran sering dikaburkan.

Kita memohon kepada Allah keteguhan hati dan keselamatan. []

SUMBER: AR-ISLAMWAY.NET

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119