Home Nasihat UlamaKeutamaan Orang yang Berilmu dan Mengamalkannya

Keutamaan Orang yang Berilmu dan Mengamalkannya

Orang yang miskin dan betul-betul miskin adalah yang lenyap umurnya tanpa ada ilmu yang diamalkannya.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Saya banyak berjumpa dengan para syaikh. Kondisinya berbeda-beda sesuai dengan kadar ilmunya. Yang paling berkesan bagi saya adalah orang yang mampu melaksanakan ilmu yang dimilikinya, meskipun syaikh yang lain mungkin lebih pintar daripadanya.

Saya juga berjumpa dengan ulama-ulama yang hafal dan mengerti hadis. Sayangnya, mereka sering kali terperosok dalam ghibah karena menganggap hal itu sebagai bagian dari jarh (mengkritik seorang perawi hadis dengan sifat-sifat yang negatif, seperti pembohong, penipu, dan pelupa) atau ta’dil (memperkuat otoritas seorang perawi hadis dengan sifat-sifat positif, seperti benar, jujur, adil, kuat hafalannya, dan bisa dipercaya).

Mereka mengambil upah dari pengajaran hadis. Juga sering kali menjawab dengan tergesa-gesa pertanyaan yang diajukan agar tak berkurang wibawanya, meskipun sering kali mereka terjerembap dalam kesalahan.

BACA JUGA:  Yang Paling Bermanfaat

Saya pernah berjumpa dengan Abdul Wahhab al-Anmathi. Saya perhatikan, dia menempuh jalan yang diambil para salaf. Tak terdengar dalam majelisnya ghibah, tidak juga meminta bayaran dari pengajaran hadis.

Jika saya membacakan kepadanya hadis-hadis tentang penyucian jiwa, dia menangis sesenggukan. Saat itu, saya masih belum begitu dewasa, namun tangisannya sangat berbekas di hati saya dan menumbuhkan benih-benih kebaikan dalam jiwa. Dia mirip dengan orang-orang salaf yang saleh seperti yang pernah saya baca dari pelbagai kitab.

Orang yang miskin dan betul-betul miskin adalah yang lenyap umurnya tanpa ada ilmu yang diamalkannya.

Saya pun pernah berjumpa dengan Syaikh Manshur al-Jawaliqy. Seorang alim yang sangat pendiam, penuh kehati-hatian dalam tutur kata, sangat teliti, dan amat tekun. Saat ditanya tentang suatu persoalan yang sebenarnya bisa dijawab murid-muridnya dengan mudah, dia justru merasa perlu meyakinkan dirinya dulu untuk menjawab. Dia juga banyak berpuasa.

BACA JUGA: Mengatasi Gejolak Nafsu

Perjumpaan dengan dua orang alim tersebut sangatlah bermanfaat. Ini lebih berkesan daripada pertemuan dengan siapa pun yang pernah saya alami. Saya sadar benar bahwa petunjuk dengan amal lebih dalam pengaruhnya daripada dengan kata-kata.

Selain itu, saya juga melihat orang-orang alim yang senang berhura-hura dengan ilmunya dan sering bergurau tanpa batas. Hatinya selalu riang dan tak pernah merenung. Sedikit sekali apa yang bisa mereka ambil dari ilmunya saat hidup. Setelah mati, mereka gampang dilupakan orang. Bahkan, hampir tak ada satu pun orang yang menoleh lagi pada penjelasan dan karyanya.

Berhati-hatilah Anda dengan ilmu. Amalkanlah, karena ilmu adalah sumber dan dasar yang penting bagi segala sesuatu. Orang yang miskin dan benar-benar miskin adalah yang lenyap umurnya tanpa ada ilmu yang diamalkannya. Le-nyap pula darinya kenikmatan dunia dan kebaikan akhirat. Dia bangkrut di akhirat, padahal ada banyak beban yang harus dipertanggungjawabkan. []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119