Home Nasihat UlamaBerlaku Lemah Lembut terhadap Jiwa

Berlaku Lemah Lembut terhadap Jiwa

Lebih dari itu, sibukkanlah diri dengan hal-hal yang tidak menjadikan hatinya terlalu lembut agar bisa mengambil manfaat dari hidupnya.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Saya merenung tentang ilmu, kecenderungan padanya, dan kesibukan diri manusia dengannya. Ternyata, ilmu menguatkan hati sekaligus sering kali menyebabkan hati menjadi keras. Seandainya hati manusia tidak memiliki daya tahan dan bukan karena panjangnya angan-angan, mungkin tak akan pernah seseorang menyibukkan dirinya dengan ilmu.

Saya merasa prihatin dengan perilaku mereka yang cepat merasa puas saat dirinya mendapat hidayah dan ketenteraman, namun tak berusaha mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mereka justru mengasingkan diri dan tak pernah berusaha membawa manusia untuk dekat dengan Tuhannya.

BACA JUGA:  Keterbatasan Akal dalam Memahami Hikmah Allah

Yang paling tepat, seharusnya seseorang tetap aktif dalam kegiatan keilmuan. Pada saat yang sama, ia harus mencari jalan untuk melembutkan jiwa tanpa mengurangi kesibukannya dengan ilmu.

Jika hati ini merasa lemah dan tidak lagi lembut di hadapan Tuhan, tak salah rasanya jika harus berziarah ke kuburan dan pergi menjumpai orang-orang yang tengah menghadapi maut. Semua itu saya lakukan karena berguna, berpengaruh pada pola pikir, dan melepaskan saya dari jumudnya kesibukan dengan ilmu menuju perenungan tentang mati.

Penyakit itu harus dilawan dengan obatnya. Seandainya hati seseorang sedang mengeras sehingga sudah tidak merasa diawasi lagi, peringatkanlah dengan kematian. Suruhlah ia melihat saat seseorang berada di pintu ajal.

BACA JUGA:  Bagaimana Menyikapi Bala dan Cobaan?

Sebaliknya, jika hati seseorang sangat lembut dan sangat halus, cukuplah itu baginya. Lebih dari itu, sibukkanlah diri dengan hal-hal yang tidak menjadikan hatinya terlalu lembut agar bisa mengambil manfaat dari hidupnya.

Pahamilah apa yang dinasihatkan kepadanya. Rasulullah Muhammad ﷺ pun selalu bersenda gurau dengan ‘Aisyah, juga sangat lembut kepadanya. Barang siapa mengikuti jejak langkah Rasulullah Muhammad ﷺ, ia akan memahami kandungan kata-kata saya ini serta pentingnya berlaku lemah-lembut pada jiwa.

Jika hati merasa lemah dan tidak lagi lembut di hadapan Tuhan, tak salah rasanya jika harus berziarah ke kuburan. []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119