Home MuhasabahJangan Berharap Mati

Jangan Berharap Mati

Mereka khawatir bukan karena panjangnya usia, melainkan jika usia itu berlalu tanpa ketaatan dan tanpa taubat.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Tidak ada seorang pun yang mampu menghindarinya, karena kematian adalah janji Allah yang pasti akan datang. Namun, Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak terburu-buru mengharapkan kematian hanya karena tertimpa kesulitan, kesedihan, atau beratnya ujian hidup. Selama pintu amal masih terbuka, seorang mukmin memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak bekal menuju akhirat.

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَمَنَّوُا الْمَوْتَ؛ فَإِنَّ هَوْلَ الْمَطْلَعِ شَدِيدٌ، وَإِنَّ مِنَ السَّعَادَةِ أَنْ يَطُولَ عُمْرُ الْعَبْدِ، وَيَرْزُقَهُ اللَّهُ الْإِنَابَةَ

“Janganlah kalian menginginkan mati, karena kengerian sebelum mati itu sangat dahsyat. Dan salah satu bentuk kebahagiaan adalah panjangnya umur seorang hamba serta Allah mengaruniainya rezeki berupa sifat senantiasa kembali (bertaubat) kepada-Nya.”

(HR. Ahmad no. 14564, dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

BACA JUGA: Tiga Amal yang Terus Mengalir setelah Kematian

Hadis yang mulia ini mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang ringan. Sebelum seseorang memasuki kehidupan akhirat, ia akan menghadapi berbagai peristiwa yang sangat dahsyat, seperti sakaratul maut, alam kubur, dan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Karena itulah, seorang mukmin tidak dianjurkan berharap agar kematian segera datang.

Sebaliknya, umur yang panjang merupakan nikmat yang sangat besar apabila digunakan dalam ketaatan. Setiap hari yang Allah berikan adalah kesempatan untuk menambah pahala, memperbaiki kekurangan, memperbanyak istighfar, dan meningkatkan amal saleh. Betapa banyak dosa yang dapat dihapus dengan taubat yang tulus, dan betapa banyak derajat yang dapat diangkat melalui ibadah yang terus dilakukan.

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang umurnya dan baik amalnya. Ini menunjukkan bahwa ukuran keberuntungan bukanlah panjang atau pendeknya usia, tetapi bagaimana usia tersebut diisi dengan amal yang diridhai Allah.

BACA JUGA: Hidup Ini Hanya Menunggu Tiga Tamu: Rezeki, Takdir, dan Kematian

Para ulama salaf sangat memahami makna ini. Mereka bergembira apabila Allah masih memberikan kesempatan hidup, karena setiap hari adalah peluang untuk semakin dekat kepada-Nya. Mereka khawatir bukan karena panjangnya usia, melainkan jika usia itu berlalu tanpa ketaatan dan tanpa taubat.

Oleh sebab itu, ketika ditimpa musibah atau kesulitan hidup, janganlah tergesa-gesa berharap mati. Hadapilah ujian dengan sabar, perbanyak doa, dan yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Selama napas masih berhembus, selama itu pula kesempatan untuk kembali kepada Allah masih terbuka. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119