Home MuhasabahYakin, namun Masih Saja Lalai

Yakin, namun Masih Saja Lalai

Kematian akan datang membawa kabar dari Allah Ta'ala. Bagi sebagian manusia, ia membawa kabar gembira berupa rahmat dan ampunan.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Setiap hari matahari terbit dan tenggelam tanpa pernah terlambat. Hari-hari berlalu membawa usia yang terus berkurang, sementara manusia berjalan di atas bumi dengan berbagai kesibukan dan angan-angan. Ada yang sibuk mengejar harta, ada yang mengejar kedudukan, ada pula yang tenggelam dalam berbagai kesenangan yang tidak pernah benar-benar memberikan ketenangan.

Anehnya, hampir tidak ada seorang pun yang meragukan kematian.

Kita mengantar jenazah ke pemakaman. Kita menyaksikan kuburan yang semakin bertambah. Kita mendengar kabar wafatnya kerabat, sahabat, dan tetangga. Bahkan setiap hari, kematian seakan mengetuk pintu kesadaran manusia. Namun, seakan-akan kematian selalu ditujukan kepada orang lain, bukan kepada diri kita sendiri.

BACA JUGA: Hadits: Jangan Mengharap Kematian karena Musibah

Hamid al-Qaishari rahimahullah mengingatkan sebuah kenyataan yang begitu tajam. Beliau berkata bahwa setiap orang yakin akan adanya kematian, tetapi sedikit yang mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Setiap orang yakin akan adanya surga, tetapi tidak semua bersungguh-sungguh beramal untuk meraihnya. Setiap orang juga yakin akan adanya neraka, namun rasa takut terhadapnya sering kali kalah oleh godaan hawa nafsu dan kenikmatan sesaat.

Betapa mengherankan keadaan manusia.

Lisan mengakui adanya hari pembalasan, tetapi anggota badan masih ringan melakukan maksiat. Hati membenarkan adanya hisab, tetapi langkah kaki masih sering berjalan menuju perkara yang dimurkai Allah. Seolah-olah keyakinan hanya berhenti pada pengetahuan, belum berubah menjadi amal dan ketundukan.

Karena itu Hamid al-Qaishari bertanya, “Apa yang membuat kalian merasa gembira?” Sebuah pertanyaan yang mengguncang hati. Kegembiraan apakah yang sedang kita kejar jika pada akhirnya semua akan ditinggalkan? Harapan apakah yang sedang kita bangun jika dunia hanyalah persinggahan yang sementara?

Sesungguhnya setiap hari yang berlalu adalah bagian dari perjalanan menuju pertemuan dengan Allah Ta’ala. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan perjalanan itu akan berakhir. Tidak ada yang mampu menunda ajal walau sesaat ketika waktunya telah tiba.

BACA JUGA:  Kematian Orang Kafir

Kematian akan datang membawa kabar dari Allah Ta’ala. Bagi sebagian manusia, ia membawa kabar gembira berupa rahmat dan ampunan. Namun bagi sebagian yang lain, ia datang membawa penyesalan yang tidak lagi berguna.

Wahai saudaraku, dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi. Ia hanyalah jembatan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Maka persiapkanlah bekal terbaik sebelum panggilan itu datang. Perbanyak amal saleh, perbaiki hati, luruskan niat, dan dekatkan diri kepada Allah. Sebab sebaik-baik perjalanan adalah perjalanan yang berakhir dengan ridha-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119