Home Baiti JannatiJangan Sakiti Suami Tanpa Alasan yang Benar

Jangan Sakiti Suami Tanpa Alasan yang Benar

Keluarga yang diridhai Allah adalah keluarga yang setiap anggotanya berusaha menjalankan hak dan kewajiban sesuai tuntunan syariat.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Rumah tangga dibangun di atas kasih sayang.
Bukan dengan kata-kata yang melukai.
Bukan dengan sikap yang merendahkan.
Bukan pula dengan kebiasaan saling menyakiti.

Islam mengajarkan agar suami dan istri saling menghormati serta menjaga hak satu sama lain. Karena itu, Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan peringatan kepada seorang istri agar tidak menyakiti suaminya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat.

BACA JUGA: Suami Adalah Surga dan Neraka bagi Seorang Istri

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ: لَا تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ اللَّهُ، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ، يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan calon istrinya dari kalangan bidadari surga berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah membalasmu. Sesungguhnya ia hanyalah tinggal sementara bersamamu. Tidak lama lagi ia akan berpisah darimu dan datang kepada kami.'”

📚 HR. At-Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Sanadnya dinilai hasan.

Saudariku, hadits ini bukan bertujuan menimbulkan kecemburuan kepada bidadari surga. Yang ingin ditekankan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ adalah besarnya hak seorang suami dan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.

Menyakiti suami tidak selalu dengan pukulan atau kekerasan. Ucapan yang kasar, penghinaan, meremehkan pengorbanannya, membuka aibnya, atau terus-menerus membebaninya dengan tuntutan yang tidak sanggup ia penuhi juga dapat melukai hatinya.

Sebaliknya, seorang istri yang salehah akan menjadi penyejuk hati suaminya. Ia menjaga lisannya. Ia menghormati suaminya selama tidak diperintahkan kepada kemaksiatan. Ia menjadi teman yang menguatkan ketika suaminya lelah menghadapi kerasnya kehidupan.

Namun demikian, hadits ini juga tidak boleh dipahami bahwa seorang istri harus diam terhadap kezaliman. Apabila seorang suami melakukan kemaksiatan, kekerasan, atau tidak menunaikan kewajibannya, syariat memberikan jalan penyelesaian yang adil. Islam memerintahkan kedua belah pihak untuk saling menunaikan hak dan kewajibannya.

BACA JUGA: Hai Para Suami Ketahuilah: Berhias untuk Pasangan Adalah Sunnah Kasih Sayang

Saudariku, rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah yang bebas dari masalah. Rumah tangga yang bahagia adalah rumah yang penghuninya saling memaafkan, saling memahami, dan sama-sama ingin meraih ridha Allah Ta’ala.

Begitu pula bagi para suami. Rasulullah Muhammad ﷺ juga memerintahkan agar mereka memperlakukan istri dengan penuh kebaikan, kelembutan, dan kasih sayang. Sebab, keluarga yang diridhai Allah adalah keluarga yang setiap anggotanya berusaha menjalankan hak dan kewajiban sesuai tuntunan syariat.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan para suami dan istri sebagai pasangan yang saling mencintai karena-Nya, saling menjaga kehormatan, saling menguatkan dalam ketaatan, serta mengumpulkan mereka kembali sebagai pasangan yang berbahagia di surga-Nya. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119