Home MuhasabahWaspadai Perniagaan yang Akan Merugikanmu

Waspadai Perniagaan yang Akan Merugikanmu

Jika jawabannya adalah karena Allah, maka teruslah melangkah.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Setiap manusia sedang melakukan “perniagaan” dalam hidupnya. Ada yang berdagang dengan hartanya, ada yang berdagang dengan tenaganya, ada pula yang berdagang dengan waktu dan amalnya. Namun tidak semua perniagaan berakhir dengan keuntungan. Sebagian justru berujung pada kerugian yang besar di dunia maupun di akhirat.

Seorang ulama besar, Abu Hatim ar-Razi rahimahullah, memberikan nasihat yang sangat berharga:

ﺃﺭﺑﺢ اﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﺫﻛﺮ اﻟﻠﻪ ، ﻭﺃﺧﺴﺮ اﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﺫﻛﺮ اﻟﻨﺎﺱ

“Perniagaan yang paling menguntungkan adalah zikir kepada Allah. Sebaliknya, perniagaan yang paling merugikan adalah mencari pujian manusia.”  Bahjah al-Majaalis, hlm. 86

BACA JUGA: Tiga Perdagangan yang Tidak Mengenal Kata Rugi

Perniagaan yang Paling Menguntungkan

Zikir kepada Allah adalah amalan yang ringan di lisan, tetapi sangat berat dalam timbangan kebaikan. Seseorang tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk berzikir. Ia dapat melakukannya saat berjalan, bekerja, menunggu, berkendara, bahkan ketika sedang beristirahat.

Setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang diucapkan dengan ikhlas akan menjadi simpanan pahala yang tidak pernah merugi. Allah Ta’ala berfirman bahwa orang-orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki mereka sedang melakukan perniagaan yang tidak akan pernah rugi.

Karena itu, seorang mukmin yang cerdas akan memperbanyak zikir dalam kesehariannya. Ia sadar bahwa umur terus berkurang, sedangkan bekal menuju akhirat masih sangat membutuhkan tambahan.

Ketika Pujian Manusia Menjadi Tujuan

Sebaliknya, Abu Hatim ar-Razi mengingatkan tentang perniagaan yang paling merugikan, yaitu ketika seseorang menjadikan pujian manusia sebagai tujuan hidupnya.

Ia beramal agar dipuji.

Ia bersedekah agar disebut dermawan.

Ia berdakwah agar dianggap alim.

Ia menulis agar dikagumi.

Ia bekerja keras bukan demi ridha Allah, melainkan demi sanjungan manusia.

Masalahnya, pujian manusia tidak pernah tetap. Hari ini seseorang dipuji, besok bisa saja dicela. Hari ini ia menjadi bahan kekaguman, esok mungkin dilupakan.

Lebih berbahaya lagi, amal yang dilakukan demi mencari pujian manusia dapat merusak keikhlasan dan mengurangi bahkan menghilangkan pahala di sisi Allah.

BACA JUGA: Utsman bin Affan Melipatgandakan Perniagaan 700 Kali Lipat

Periksa Niat Kita

Nasihat singkat dari Abu Hatim ar-Razi ini layak menjadi bahan muhasabah bagi kita semua. Ketika melakukan suatu amal, tanyakanlah kepada diri sendiri: “Untuk siapa aku melakukan ini?”

Jika jawabannya adalah karena Allah, maka teruslah melangkah.

Namun jika yang dicari adalah tepuk tangan, pengakuan, atau pujian manusia, maka berhati-hatilah. Jangan sampai kita menghabiskan umur untuk mengejar sesuatu yang fana dan mudah hilang.

Mari jadikan zikir kepada Allah sebagai perniagaan harian yang paling menguntungkan. Sebab keuntungan dunia bisa lenyap, tetapi keuntungan yang tersimpan di sisi Allah akan tetap kekal hingga hari kiamat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119