Home Nasihat UlamaJatuh di Mata Allah, Jatuh di Hati Manusia

Jatuh di Mata Allah, Jatuh di Hati Manusia

Jangan takut kehilangan tempat di hati manusia. Takutlah kehilangan tempat di sisi Allah.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Manusia sering mengejar penghormatan dari manusia.

Ingin dihargai.
Ingin dikenal.
Ingin memiliki wibawa.
Ingin mendapatkan tempat di hati orang lain.

Namun, ada satu perkara yang sering dilupakan: kedudukan seseorang di hadapan manusia sangat berkaitan dengan kedudukannya di sisi Allah.

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

وعلى قدر طاعة العبد تكون له منزلته عنده، فإذا عصاه وخالف أمره سقط من عينه، فأسقطه من قلوب عباده، وإذا لم يبق له جاه عند الخلق وهان عليهم عاملوه على حسب ذلك، فعاش بينهم أسوأ عيش خامل الذكر، ساقط القدر، زري الحال، لا حرمة له ولا فرح له ولا سرور، فإن خمول الذكر وسقوط القدر والجاه معه كل غم وهم وحزن، ولا سرور معه ولا فرح، وأين هذا الألم من لذة المعصية لولا سكر الشهوة؟

“Sesuai kadar ketaatan seorang hamba, sebesar itulah kedudukannya di sisi Allah. Apabila ia bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya, jatuhlah ia dari pandangan-Nya. Lalu Allah pun menjatuhkannya dari hati para hamba-Nya.

BACA JUGA:  Lupa kepada Allah, Lupa kepada Diri Sendiri

Apabila ia sudah tidak lagi memiliki wibawa di tengah manusia dan menjadi hina di hadapan mereka, mereka pun memperlakukannya sesuai dengan keadaan tersebut. Maka ia hidup di tengah mereka dengan kehidupan yang paling buruk: tidak dikenal, jatuh martabatnya, buruk keadaannya, tidak memiliki kehormatan, tidak memiliki kebahagiaan dan kesenangan.

Sungguh, tidak dikenal, jatuhnya martabat dan hilangnya wibawa akan diiringi kegundahan, kecemasan, dan kesedihan. Tidak ada kesenangan dan kebahagiaan bersamanya. Lantas, di manakah rasa sakit ini dibandingkan dengan kelezatan maksiat, kalau bukan karena mabuknya syahwat?”

📚 Ad-Da’u wad-Dawa’, hlm. 79

Perkataan ini bukan berarti setiap orang yang tidak terkenal atau tidak disukai manusia pasti jauh dari Allah. Para nabi dan orang-orang saleh pun pernah dicela dan ditolak oleh manusia.

Namun, Ibnul Qayyim sedang menjelaskan salah satu akibat buruk maksiat: ketika seseorang terus-menerus bermaksiat, dosa dapat menghilangkan kemuliaan dan wibawanya.

Seseorang mungkin mendapatkan kenikmatan dari maksiat hanya selama beberapa menit.

Namun setelah itu, dosa meninggalkan kegelisahan.

Hati menjadi gelap.

Ibadah terasa berat.

Keberkahan berkurang.

Dan jika dosa terus dilakukan tanpa taubat, seseorang dapat kehilangan rasa malu terhadap Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ

“Barang siapa dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18)

Sebaliknya, ketaatan akan mengangkat derajat seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maka jangan mencari kemuliaan dengan cara yang Allah murkai.

Jangan mengejar popularitas dengan mengorbankan agama.

Jangan mencari perhatian dengan membuka aib.

Jangan mencari keuntungan dengan cara haram.

Jangan mengejar kedudukan dengan mengorbankan prinsip.

Sebab, apa gunanya mendapatkan tepuk tangan manusia jika kehilangan keridaan Allah?

Dan apa gunanya menikmati maksiat sesaat jika setelahnya hati dipenuhi kegelisahan?

Saudaraku, jika saat ini kita merasa jauh dari Allah, jangan berputus asa.

BACA JUGA:  Semakin Jauh Hati dari Allah, Semakin Banyak Penyakit yang Datang

Kembalilah.

Tinggalkan dosa.

Perbanyak istighfar.

Perbaiki shalat.

Perbanyak amal saleh.

Dan jangan lelah memohon ampun kepada Allah.

Sebab, kemuliaan yang hilang karena dosa dapat dicari kembali dengan taubat dan ketaatan.

Jangan takut kehilangan tempat di hati manusia. Takutlah kehilangan tempat di sisi Allah.

Jika Allah memuliakan seorang hamba, itulah kemuliaan yang sebenarnya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119