Setiap manusia tentu ingin dikenal dengan kebaikan. Kita ingin dihormati, dikenang, dan disebut dengan nama yang baik setelah kita tiada.
Namun, ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar terkenal di dunia.
Yaitu Allah mengangkat nama kita dengan kebaikan.
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
ومن أعظم نعم الله على العبد: أن يرفع له بين العالمين ذكره، ويعلي قدره، ولهذا خص أنبياءه ورسله من ذلك بما ليس لغيرهم، كما قال تعالى: ﴿واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار﴾
“Di antara nikmat Allah yang paling besar kepada seorang hamba adalah Allah mengangkat sebutannya di tengah alam semesta dan meninggikan kedudukannya. Karena itulah Allah mengkhususkan para nabi dan rasul-Nya dengan keistimewaan yang tidak diberikan kepada selain mereka.”
📚 Ad-Da’u wad-Dawa’, hlm. 79
BACA JUGA: Antara Takwa dan Maksiat: Penentu Derajat di Sisi Allah
Allah Ta’ala berfirman:
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan suatu keistimewaan, yaitu selalu mengingat negeri akhirat.” (QS. Shad: 45–46)
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa salah satu bentuk keistimewaan tersebut adalah sebutan yang indah. Mereka dikenang dengan kebaikan dan kemuliaan di tengah manusia.
Inilah yang disebut dengan lisān shidq—buah tutur yang baik dan pujian yang benar.
Nabi Ibrahim عليه السلام bahkan memohon kepada Allah:
وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian.” (QS. Asy-Syu’ara: 84)
Allah pun mengabulkan doa tersebut.
Allah Ta’ala berfirman:
وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا
“Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.” (QS. Maryam: 50)
Sampai hari ini, nama Nabi Ibrahim عليه السلام masih disebut dengan penuh penghormatan oleh manusia. Beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu, tetapi namanya tetap harum.
Begitu pula Rasulullah Muhammad ﷺ.
Allah Ta’ala berfirman:
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
“Dan Kami tinggikan sebutan namamu.” (QS. Al-Insyirah: 4)
Nama Rasulullah Muhammad ﷺ disebut dalam adzan, iqamah, shalat, khutbah, majelis ilmu, dan lisan kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia.
Ini adalah bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba pilihan-Nya.
Lalu bagaimana dengan kita?
Kita mungkin tidak akan pernah menjadi orang terkenal. Nama kita mungkin tidak tercatat dalam buku sejarah. Tidak banyak orang yang mengenal kita.
Dan itu tidak masalah.
Sebab, kemuliaan bukanlah seberapa banyak manusia mengenal nama kita, tetapi seberapa baik kita dikenal karena kebaikan.
Jangan mengejar popularitas.
Jangan beramal hanya agar disebut manusia.
Beramallah dengan ikhlas.
Bantu orang lain tanpa menunggu pujian.
Berkata baik tanpa berharap dikagumi.
Ajarkan ilmu yang bermanfaat.
Didik keluarga dengan kebaikan.
BACA JUGA: Lupa kepada Allah, Lupa kepada Diri Sendiri
Tinggalkan jejak yang membuat orang lain mendoakan kita.
Sebab bisa jadi setelah kita meninggal, ada seseorang yang berkata:
“Semoga Allah merahmatinya. Dulu dia pernah membantuku.”
Ada orang yang membaca ilmu yang pernah kita ajarkan.
Ada keluarga yang terus mendoakan kita.
Ada kebaikan yang terus mengalir meskipun tubuh telah berada di dalam tanah.
Itulah nama yang harum dengan cara yang benar.
Maka jangan terlalu sibuk membuat nama kita terkenal di bumi.
Mintalah kepada Allah agar nama kita harum karena kebaikan, bukan karena popularitas; dikenang karena manfaat, bukan karena sensasi; dan disebut dengan doa, bukan dengan celaan.
Karena pada akhirnya, yang paling indah bukan ketika seluruh manusia mengenal kita.
Tetapi ketika Allah meridai kita dan meninggalkan bagi kita buah tutur yang baik di antara manusia. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

