Shalat Dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Namun, masih banyak yang bertanya: sebenarnya kapan waktu shalat Dhuha dimulai dan kapan berakhir?
Secara umum, waktu shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik beberapa saat, hingga sebelum masuk waktu zawal atau ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
“Shalatnya orang-orang yang banyak kembali kepada Allah adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan telapak kakinya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha memiliki waktu yang utama, yaitu ketika matahari sudah cukup tinggi dan panas mulai terasa.
BACA JUGA: Keutamaan Shalat Dhuha 4 Rakaat
Kapan Waktu Mulainya?
Shalat Dhuha tidak dilakukan tepat sesaat setelah matahari terbit. Ada waktu yang dilarang untuk melakukan shalat, yaitu ketika matahari baru saja terbit.
Karena itu, tunggulah hingga matahari naik sekitar satu tombak, yang secara perkiraan sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.
Setelah itu, waktu Dhuha telah dimulai.
Misalnya, jika matahari terbit pukul 06.00, maka seseorang dapat mulai mengerjakan shalat Dhuha sekitar pukul 06.15–06.20, dengan tetap memperhatikan waktu terbit setempat.
Kapan Waktu Terbaiknya?
Waktu Dhuha berlangsung cukup panjang. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah semakin tinggi dan panas mulai terasa.
Karena itu, shalat Dhuha tidak harus selalu dilakukan di pagi-pagi sekali.
Justru seseorang bisa melaksanakannya menjelang pertengahan pagi, selama belum masuk waktu zawal.
Allah memberikan waktu yang luas agar seorang hamba memiliki kesempatan untuk mengerjakannya.
Kapan Waktu Terakhirnya?
Waktu shalat Dhuha berakhir sebelum matahari tergelincir dari titik tengah langit, yaitu sebelum masuk waktu Zhuhur.
Namun, jangan menunggu terlalu dekat dengan masuknya Zhuhur. Sebaiknya shalat Dhuha diselesaikan sebelum waktu terlarang menjelang zawal.
Dengan demikian, secara sederhana:
🌅 Matahari terbit → tunggu sekitar 15–20 menit → waktu Dhuha dimulai → terus berlangsung hingga sebelum zawal → masuk waktu Zhuhur.
Berapa Rakaat?
Shalat Dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ… وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian memiliki kewajiban sedekah… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat yang ia kerjakan pada waktu Dhuha.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: Shalat Dhuha-mu
Maka, jangan merasa bahwa shalat Dhuha harus dilakukan dalam jumlah rakaat yang banyak.
Dua rakaat pun sudah sangat berarti.
Yang terpenting adalah menjaga keistiqamahan.
Jika memiliki waktu lebih, seseorang dapat menambah rakaat sesuai kemampuan.
Saudaraku, terkadang kita merasa tidak memiliki waktu untuk beribadah. Padahal, Allah memberikan waktu yang luas untuk shalat Dhuha.
Di tengah kesibukan bekerja, belajar, mengurus keluarga, atau menjalankan aktivitas lainnya, luangkan beberapa menit untuk menghadap Allah.
Mungkin hanya dua rakaat.
Tetapi dua rakaat itu bisa menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hari kita.
Jangan menunggu punya banyak waktu untuk mendekat kepada Allah. Sisihkan waktu yang ada, lalu gunakan untuk mendekat kepada-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

