Seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisannya, karena lisan yang tidak dijaga dapat menjadi sebab datangnya dosa dan hilangnya pahala. Banyak manusia yang tergelincir bukan karena kakinya, tetapi karena perkataannya sendiri. Oleh sebab itu, para ulama salaf sangat memperhatikan adab berbicara dan mengajarkan pentingnya menahan diri dari ucapan yang tidak bermanfaat.
Di antara nasihat berharga tentang menjaga lisan adalah perkataan dari Sufyan Ats Tsauri رحمه الله. Beliau berkata:
“Janganlah berbicara mengenai 3 hal:
- dosa-dosa
- amal-amal kebaikan, dan
- rasa sakit
Itulah yang dinamakan kesabaran yang sejati.”
Hilyatul Auliyaa’ 9/397
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Mujahid bin Jabar
Nasihat singkat ini mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan, rasa malu kepada Allah, dan kesabaran seorang hamba.
1. Tidak Membicarakan Dosa-Dosa
Seorang muslim tidak sepantasnya menceritakan dosa yang pernah ia lakukan, terlebih lagi dengan rasa bangga. Menyebarkan cerita maksiat dapat menghilangkan rasa malu dan membuka pintu keburukan bagi orang lain. Rasulullah Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa di antara manusia yang tidak mendapatkan ampunan adalah mereka yang terang-terangan menampakkan dosanya.
Menutupi dosa termasuk bentuk rahmat Allah kepada hamba-Nya. Maka hendaknya seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh tanpa perlu menceritakannya kepada manusia.
2. Tidak Banyak Membicarakan Amal Kebaikan
Amal saleh yang sering diumbar dikhawatirkan akan merusak keikhlasan. Hati manusia sangat mudah dimasuki riya’, yaitu keinginan dipuji dan dilihat baik oleh orang lain. Karena itu, para ulama salaf dahulu berusaha menyembunyikan amal mereka sebagaimana mereka menyembunyikan dosa-dosanya.
Semakin tersembunyi sebuah amal, semakin besar harapan amal tersebut diterima oleh Allah. Orang yang ikhlas lebih senang jika amalnya hanya diketahui oleh Allah semata.
3. Tidak Banyak Mengeluhkan Rasa Sakit
Sabar bukan berarti tidak merasakan sakit, tetapi mampu menahan diri dari banyak keluhan kepada manusia. Mengadukan segala penderitaan kepada setiap orang terkadang hanya menambah kesedihan dan menunjukkan lemahnya kesabaran.
BACA JUGA: Jangan Sampai Tidak Tahajjud Satu Malam pun dalam Sepekan
Adapun mengeluh kepada Allah dalam doa, maka itu bukan tercela. Bahkan para nabi pun berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Yang dianjurkan adalah memperbanyak kesabaran, ridha, dan husnuzan kepada Allah atas setiap ujian yang diberikan.
Perkataan Sufyan Ats Tsauri رحمه الله ini mengajarkan bahwa kesabaran sejati terlihat dari kemampuan seseorang menjaga lisannya. Tidak semua hal harus diceritakan kepada manusia. Ada dosa yang harus ditutupi dengan taubat, ada amal yang harus dijaga dengan ikhlas, dan ada rasa sakit yang harus dihadapi dengan sabar serta tawakal kepada Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

