Manusia sering kali menilai seseorang dari apa yang tampak di hadapan mata. Ketika melihat ada orang yang rajin beribadah, banyak amalnya, lembut tutur katanya, atau dikenal sebagai ahli kebaikan, hati pun mudah kagum kepadanya. Namun Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak tergesa-gesa merasa aman terhadap dirinya sendiri ataupun terlalu cepat menilai akhir keadaan seseorang.
Sebab yang paling penting bukan hanya bagaimana seseorang memulai hidupnya, tetapi bagaimana hidup itu diakhiri.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
لَا تُعْجَبُوا بِعَمَلِ أَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ
“Janganlah kalian dibuat takjub dengan amal yang dilakukan oleh siapa pun, sampai kalian melihat dengan amal apa hidupnya ditutup.”
Silsilah Ash-Shahihah, no. 1334.
BACA JUGA: Akhir Hidup Menentukan Kehidupan di Akhirat
Hadits ini mengandung pelajaran besar tentang pentingnya husnul khatimah, yaitu akhir kehidupan yang baik. Seseorang bisa saja terlihat saleh selama bertahun-tahun, namun hatinya berubah di akhir usia. Sebaliknya, ada pula orang yang dahulu jauh dari kebaikan, lalu Allah beri hidayah sehingga meninggal dalam keadaan taat dan penuh iman.
Karena itu, para ulama salaf dahulu sangat takut terhadap akhir kehidupan mereka. Semakin tinggi ilmu dan amal mereka, semakin besar rasa khawatir mereka terhadap penutup usia. Mereka tidak tertipu dengan amal yang telah dilakukan, karena hati manusia berada di antara jari-jari Allah yang membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.
Hadits ini juga mengajarkan agar kita tidak mudah memuji diri sendiri. Amal yang banyak tidak akan bermanfaat apabila diakhiri dengan kesombongan, kemaksiatan, atau penyimpangan dari jalan Allah. Maka seorang muslim hendaknya senantiasa memohon keteguhan hati dan menjaga keikhlasan hingga akhir hayat.
BACA JUGA: Di Akhir Zaman, Orang Berdosa Tidak Mati dan Tidak Hidup
Di sisi lain, hadits ini memberi harapan besar bagi orang-orang yang pernah terjatuh dalam dosa. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka. Bisa jadi seseorang yang dahulu penuh kesalahan akhirnya meninggal dalam keadaan bertaubat, menangis karena takut kepada Allah, dan memperoleh husnul khatimah.
Oleh sebab itu, janganlah sibuk hanya melihat penampilan lahiriah manusia. Jangan pula merasa aman dengan amal diri sendiri. Yang perlu terus dijaga adalah istiqamah dalam ketaatan dan doa agar Allah menutup hidup kita dengan kebaikan.
Setiap hari yang kita jalani sebenarnya sedang menuju penutup kehidupan. Maka pertanyaannya bukan sekadar “berapa banyak amal kita”, tetapi “dengan apa hidup kita akan ditutup?” Semoga Allah menutup usia kita dengan iman, taubat, dan amal saleh. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

