Home Nasihat UlamaJanganlah Berbicara Mengenai 3 Hal

Janganlah Berbicara Mengenai 3 Hal

Yang dianjurkan adalah memperbanyak kesabaran, ridha, dan husnuzan kepada Allah atas setiap ujian yang diberikan.

by Abu Umar
0 comments 10 views

Seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisannya, karena lisan yang tidak dijaga dapat menjadi sebab datangnya dosa dan hilangnya pahala. Banyak manusia yang tergelincir bukan karena kakinya, tetapi karena perkataannya sendiri. Oleh sebab itu, para ulama salaf sangat memperhatikan adab berbicara dan mengajarkan pentingnya menahan diri dari ucapan yang tidak bermanfaat.

Di antara nasihat berharga tentang menjaga lisan adalah perkataan dari Sufyan Ats Tsauri رحمه الله. Beliau berkata:

“Janganlah berbicara mengenai 3 hal:

  • dosa-dosa
  • amal-amal kebaikan, dan
  • rasa sakit

Itulah yang dinamakan kesabaran yang sejati.”

Hilyatul Auliyaa’ 9/397

BACA JUGA: Mutiara Nasihat Mujahid bin Jabar

Nasihat singkat ini mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan, rasa malu kepada Allah, dan kesabaran seorang hamba.

1. Tidak Membicarakan Dosa-Dosa

Seorang muslim tidak sepantasnya menceritakan dosa yang pernah ia lakukan, terlebih lagi dengan rasa bangga. Menyebarkan cerita maksiat dapat menghilangkan rasa malu dan membuka pintu keburukan bagi orang lain. Rasulullah Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa di antara manusia yang tidak mendapatkan ampunan adalah mereka yang terang-terangan menampakkan dosanya.

Menutupi dosa termasuk bentuk rahmat Allah kepada hamba-Nya. Maka hendaknya seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh tanpa perlu menceritakannya kepada manusia.

2. Tidak Banyak Membicarakan Amal Kebaikan

Amal saleh yang sering diumbar dikhawatirkan akan merusak keikhlasan. Hati manusia sangat mudah dimasuki riya’, yaitu keinginan dipuji dan dilihat baik oleh orang lain. Karena itu, para ulama salaf dahulu berusaha menyembunyikan amal mereka sebagaimana mereka menyembunyikan dosa-dosanya.

Semakin tersembunyi sebuah amal, semakin besar harapan amal tersebut diterima oleh Allah. Orang yang ikhlas lebih senang jika amalnya hanya diketahui oleh Allah semata.

3. Tidak Banyak Mengeluhkan Rasa Sakit

Sabar bukan berarti tidak merasakan sakit, tetapi mampu menahan diri dari banyak keluhan kepada manusia. Mengadukan segala penderitaan kepada setiap orang terkadang hanya menambah kesedihan dan menunjukkan lemahnya kesabaran.

BACA JUGA: Jangan Sampai Tidak Tahajjud Satu Malam pun dalam Sepekan

Adapun mengeluh kepada Allah dalam doa, maka itu bukan tercela. Bahkan para nabi pun berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Yang dianjurkan adalah memperbanyak kesabaran, ridha, dan husnuzan kepada Allah atas setiap ujian yang diberikan.

Perkataan Sufyan Ats Tsauri رحمه الله ini mengajarkan bahwa kesabaran sejati terlihat dari kemampuan seseorang menjaga lisannya. Tidak semua hal harus diceritakan kepada manusia. Ada dosa yang harus ditutupi dengan taubat, ada amal yang harus dijaga dengan ikhlas, dan ada rasa sakit yang harus dihadapi dengan sabar serta tawakal kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119