Home Tsaqofah4 Tingkatan Sikap Wara’ dalam Rezeki

4 Tingkatan Sikap Wara’ dalam Rezeki

Dalam perwujudannya, wara' memiliki batas awal dan akhir, sementara di antara keduanya terdapat tingkat-tingkat kehati-hatian.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Di tengah kehidupan yang penuh persaingan dan godaan dunia, sikap wara’ menjadi salah satu akhlak mulia yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim, terutama dalam urusan rezeki. Wara’ adalah sikap hati-hati terhadap perkara yang syubhat dan menjauhi segala sesuatu yang dapat menyeret kepada yang haram, meskipun tampak menguntungkan secara duniawi.

Dengan sikap wara’, seorang hamba tidak hanya mencari banyaknya harta, tetapi juga memperhatikan keberkahan dan keridhaan Allah dalam setiap rezeki yang diperoleh.

Tingkatan pertama, berpaling dari segala sesuatu yang da. pat berpotensi dikeluarkannya fatwa akan keharamannya. Hal ini sudah tidak butuh penjabaran lebih lanjut.

Tingkatan kedua, wara’ (menjaga diri) dari segala bentuk syubhat yang tidak wajib dijauhi, namun disunnahkan dan dianjurkan. Seperti keterangan yang akan datang dalam penjelasan bagian-bagian syubhat. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Tinggalkan apa yang meragukanmu, kerjakan apa yang tidak meragukanmu.” (HR at-Tirmidzi)

Tingkatan ketiga, menjauhi sebagian perkara halal karena khawatir terjatuh dalam perkara haram.

BACA JUGA: Tanda-tanda Husnul Khatimah

Tingkatan keempat, menjauhi segala sesuau yang bukan karena Allah SWT. Ini adalah sifat wara’-nya orang-orang yang jujur (shiddiqin). Contohnya, adalah cerita yang dinisbatkan pada Yahya bin Yahya an-Naisaburi bahwa ia meminum obat, lalu istrinya berkata, “Andai engkau berjalan-jalan sebentar di dalam rumah sehingga obat itu benar-benar bereaksi.”

Yahya menimpali, “Berjalan ini adalah sesuatu yang tak kuketahui sebelumnya, sedang selama 30 tahun aku telah mengintrospeksi (muhasabah) diriku.” Maksud dari lelaki ini adalah dia tidak melihat adanya niat dalam terapi dengan cara berjalan di atas yang dapat dikaitkan kepada agama sehingga ia tidak melakukan hal tersebut. Inilah satu dari detail-detailnya wara’.

BACA JUGA:  Keutamaan Menyembunyikan Amal Saleh

Dalam perwujudannya, wara’ memiliki batas awal dan akhir, sementara di antara keduanya terdapat tingkat-tingkat kehati-hatian. Maka barang siapa yang lebih keras dalam kewara’annya maka ia yang lebih mulus menapaki jalan kehalalannya dan lebih ringan beban tanggungannya.

Tempat-tempat tinggal di akhirat bermacam-macam sesuai dengan macam-macam tingkatan wara’ di dunia. Sebagaimana tingkatan neraka bagi orang-orang yang zalim bermacam-macam pula sesuai dengan tingkatan-tingkatan keharaman di dunia. Jika engkau mau, tambahlah sikap kehati-hatianmu dan bila engkau mau, mudahkanlah. Sebab bagimu kehati-hatianmu akan membuatmu semakin mudah. []

Sumber: Mukhtashar Minhaj al-Qashidîn (Rahasia Hidup Orang-orang Shaleh) / Penulis: Ibnu Qudamah / Penerbit: al-Maktab al-Islami (Khatuliswa Pers) / 2015 /Cet.: 2000/Kesembila

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119