Home Nasihat UlamaAntara Buruk Sangka dan Hawa Nafsu: Dua Penyebab Terjerumus pada yang Haram

Antara Buruk Sangka dan Hawa Nafsu: Dua Penyebab Terjerumus pada yang Haram

Inilah dua jalan yang menjerumuskan manusia: kebodohan dan hawa nafsu. Dua penyakit yang menjauhkan seorang hamba dari keyakinan kepada Rabb-nya, dan menutup jalan keberkahan hidupnya.

by Abu Umar
0 comments 239 views

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Al-Fawaa’id menyingkap rahasia batin manusia ketika terjerumus dalam mengambil sesuatu yang haram.

ما أخذ العبد ما حرم عليه إلا من جهتين: إحداهما: سوء ظنه بربه، وأنه لو أطاعه وآثره لم يعطه خيراً منه حلال. والثانية: أن يكون عالماً بذلك، وأن من ترك لله شيئاً أعاضه خيراً منه (أعطاه خيراً منه)، لكن تغلب شهوته صبره، وهواه عقله. فالأول من ضعف علمه، والثاني من ضعف عقله وبصيرته.

Menurut beliau, tidaklah seorang hamba mengambil rezeki yang diharamkan Allah kecuali karena dua sebab utama yang berakar dari kelemahan iman dan kendali diri.

Pertama, karena buruk sangka kepada Rabb-nya. Ia meyakini — secara tersirat atau terang-terangan — bahwa jika ia menaati Allah dan meninggalkan yang haram, Allah tidak akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik dan halal. Inilah penyakit hati yang paling berbahaya: ketidakpercayaan kepada janji Allah. Padahal, Allah telah berfirman,

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)

BACA JUGA: Syubhat dengan Perkara Halal dan Haram

Orang seperti ini melihat dunia dengan kacamata sempit. Ia menilai bahwa keuntungan cepat dari yang haram lebih menjanjikan daripada rezeki halal yang datang melalui kesabaran dan ketakwaan. Ibnul Qayyim menegaskan, sebab pertama ini muncul dari lemahnya ilmu tentang Allah — tidak mengenal nama-nama-Nya yang indah, sifat-sifat-Nya yang Maha Kaya, dan janji-Nya yang pasti benar.

Kedua, karena ilmunya dikalahkan oleh syahwat. Ia tahu dengan yakin bahwa siapa pun yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Namun, hawa nafsunya menutupi akal sehatnya. Ia tahu kebenaran, tapi tak mampu menegakkannya. Ia sadar bahayanya dosa, tapi tetap melangkah karena lemah dalam menahan diri.

“Yang pertama karena lemahnya ilmu, dan yang kedua karena lemahnya akal dan bashirah (ketajaman hati),” kata Ibnul Qayyim.

BACA JUGA: Doa Umar bin Khattab soal Pengharaman Khamar

Inilah dua jalan yang menjerumuskan manusia: kebodohan dan hawa nafsu. Dua penyakit yang menjauhkan seorang hamba dari keyakinan kepada Rabb-nya, dan menutup jalan keberkahan hidupnya. Maka siapa yang ingin selamat dari jeratan rezeki haram, hendaklah ia memperkuat dua hal: ilmu tentang Allah agar hatinya yakin, dan kesabaran atas hawa nafsu agar langkahnya tetap di jalan yang halal.

Sebagaimana perkataan sebagian salaf,

“Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan memberinya ganti yang lebih baik darinya.”

Inilah janji yang pasti — bagi siapa pun yang berani percaya dan bersabar. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119