Home MuslimahNgerinya Fitnah Wanita

Ngerinya Fitnah Wanita

Bukan untuk merendahkan wanita, tetapi sebagai penjelasan tentang kondisi tertentu dalam syariat serta peringatan bagi kaum lelaki agar berhati-hati terhadap fitnah.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Tidak pernah aku melihat makhluk yang kurang akalnya dan kurang agamanya namun bisa menghilangkan akal seorang lelaki yang teguh, melainkan kalian (wanita).” (HR. Sahih al-Bukhari no. 304, Sahih Muslim no. 80)

Hadits ini sering disalahpahami seakan-akan merendahkan kaum wanita. Padahal, jika ditelaah dengan penjelasan para ulama, maknanya jauh dari celaan, bahkan menunjukkan hikmah syariat yang penuh keadilan.

Yang dimaksud “kurang akal” bukan berarti wanita lebih rendah kecerdasannya secara mutlak. Rasulullah Muhammad ﷺ sendiri menjelaskan dalam riwayat lain bahwa hal itu berkaitan dengan persaksian, di mana dua wanita setara dengan satu laki-laki dalam kondisi tertentu. Ini adalah ketentuan syariat yang mempertimbangkan aspek kehati-hatian dalam menjaga hak.

BACA JUGA:  Banyak Wanita Berdagang, Tanda Zaman yang Perlu Dihisabi

Adapun “kurang agama” bukan berarti wanita kurang iman atau kedudukannya di sisi Allah lebih rendah. Yang dimaksud adalah karena wanita mengalami haid dan nifas, sehingga pada waktu tersebut mereka tidak melaksanakan shalat dan puasa. Ini adalah ketetapan Allah, bukan kekurangan yang tercela.

Justru dalam hadits ini terdapat isyarat tentang besarnya pengaruh wanita terhadap laki-laki. Seorang wanita mampu mempengaruhi hati lelaki yang kuat sekalipun. Ini menunjukkan bahwa wanita memiliki daya tarik dan peran yang besar dalam kehidupan.

Islam sendiri sangat memuliakan wanita. Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan keutamaan mereka, baik sebagai ibu, istri, maupun anak. Bahkan, surga disebut berada di bawah telapak kaki ibu—sebuah kedudukan yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  Safar Seorang Wanita

Oleh karena itu, hadits ini harus dipahami secara utuh dan tidak dipotong dari penjelasan para ulama. Bukan untuk merendahkan wanita, tetapi sebagai penjelasan tentang kondisi tertentu dalam syariat serta peringatan bagi kaum lelaki agar berhati-hati terhadap fitnah.

Kesimpulannya, Islam adalah agama yang adil dan penuh hikmah. Wanita dan laki-laki memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan peran yang Allah tetapkan. Yang paling mulia di sisi Allah bukanlah jenis kelamin, tetapi ketakwaan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119