Home Akhir ZamanBanyak Wanita Berdagang, Tanda Zaman yang Perlu Dihisabi

Banyak Wanita Berdagang, Tanda Zaman yang Perlu Dihisabi

Ia harus bermuhasabah: apakah aktivitas dunia yang dilakukan mendekatkan kepada Allah atau justru menjauhkan?

by Abu Umar
0 comments 15 views

Di antara tanda-tanda semakin dekatnya hari Kiamat adalah perubahan pola hidup manusia yang kian jauh dari keseimbangan syariat. Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan jauh sebelum zaman ini tiba. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,

بيْن يَدَيِ السَّاعةِ تَسليمُ الخاصَّةِ، وتَفْشو التِّجارةُ، حتى تُعينَ المرأةُ زَوجَها على التِّجارةِ، وتُقطَعُ الأرحامُ

“Menjelang hari Kiamat, orang-orang mengucapkan salam hanya kepada orang tertentu saja, perdagangan semakin marak hingga wanita membantu suaminya dalam berdagang, dan banyak orang memutus silaturahmi.” (HR. Ahmad).

BACA JUGA:  Orang-orang yang Tertipu di Akhir Zaman

Hadis ini bukan sekadar informasi, melainkan peringatan agar umat Islam berhati-hati dalam menyikapi perubahan zaman. Maraknya wanita yang terjun dalam dunia perdagangan bukanlah tercela secara mutlak, namun menjadi tanda ketika hal itu terjadi bersamaan dengan rusaknya niat, hilangnya adab, dan diabaikannya kewajiban utama dalam rumah tangga.

Para ulama salaf memberikan penjelasan yang dalam tentang fenomena ini. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengingatkan bahwa kerusakan zaman bukan hanya terlihat dari perbuatan lahir, tetapi dari rusaknya hati dan tujuan hidup manusia. Ketika dunia menjadi orientasi utama, maka segala cara akan ditempuh, termasuk mengorbankan keharmonisan keluarga dan kewajiban terhadap Allah.

Demikian pula, Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa tanda-tanda akhir zaman seringkali berkaitan dengan perkara yang asalnya mubah, namun berubah menjadi fitnah karena melampaui batas dan melalaikan akhirat. Wanita membantu suami dalam berdagang bisa menjadi kebaikan jika menjaga syariat, namun bisa menjadi sebab kerusakan jika membuka pintu tabarruj, ikhtilat, dan melalaikan peran utamanya sebagai penjaga rumah dan pendidik generasi.

BACA JUGA:  Mukmin di Akhir Zaman: Lebih Hina daripada Budak Wanita

Fenomena ini juga sering diiringi dengan tanda lain dalam hadis tersebut, yaitu terputusnya silaturahmi. Kesibukan dunia membuat manusia tidak lagi peduli dengan keluarga dan kerabat. Padahal, menjaga silaturahmi adalah sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur.

Maka, seorang Muslim hendaknya tidak sekadar melihat fenomena ini sebagai hal biasa. Ia harus bermuhasabah: apakah aktivitas dunia yang dilakukan mendekatkan kepada Allah atau justru menjauhkan? Apakah peran dalam keluarga tetap terjaga atau mulai terabaikan?

Akhir zaman bukan hanya tentang tanda-tanda yang terjadi, tetapi bagaimana sikap kita dalam menghadapinya. Orang yang cerdas adalah yang tetap teguh di atas ketaatan, meskipun arus zaman menyeret banyak manusia menuju kelalaian. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119