Tasyahud merupakan salah satu bagian penting dalam shalat yang sarat dengan makna tauhid dan penghambaan. Di dalamnya terdapat beberapa tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk isyarat jari telunjuk yang sering menjadi pertanyaan: kapan sebenarnya jari telunjuk diangkat?
Mengangkat Jari Telunjuk Sejak Awal Tasyahud
Para ulama menjelaskan bahwa isyarat jari telunjuk dilakukan sejak awal tasyahud. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُمْنَى، وَعَقَدَ ثَلَاثًا وَخَمْسِينَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan tangan kanannya di atas lutut kanannya, lalu membentuk (jari) lima puluh tiga dan berisyarat dengan telunjuknya.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: 9 Keutamaan Duduk di Masjid setelah Shalat Subuh
Hadits ini menunjukkan bahwa isyarat telunjuk dilakukan saat duduk tasyahud, yaitu sejak awal bacaan tasyahud, sebagai bentuk penegasan tauhid kepada Allah.
Cara Duduk Tasyahud Awal dan Akhir
Rasulullah juga mengajarkan perbedaan posisi duduk antara tasyahud awal dan tasyahud akhir. Dalam hadits disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى، وَنَصَبَ الْيُمْنَى، وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى، وَنَصَبَ الْأُخْرَى، وَجَلَسَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika duduk pada dua rakaat pertama, beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Dan jika duduk pada rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya, menegakkan kaki kanan, dan duduk di atas lantai.” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)
Ini menunjukkan adanya perbedaan antara duduk iftirasy (tasyahud awal) dan tawarruk (tasyahud akhir).
BACA JUGA: Bagaimana Posisi Tangan Saat Sujud dalam Shalat?
Pandangan Mata Saat Tasyahud
Selain posisi tangan dan kaki, Rasulullah juga memberikan tuntunan terkait arah pandangan:
كَانَ يُشِيرُ بِالسَّبَّابَةِ إِلَى الْقِبْلَةِ وَيَرْمُقُهَا بَصَرُهُ
“Beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat dan mengarahkan pandangan matanya kepadanya.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah; sanadnya shahih)
Hal ini menunjukkan kekhusyukan dalam shalat, dengan memusatkan perhatian pada isyarat tauhid tersebut.
Penutup
Mengangkat jari telunjuk saat tasyahud bukan sekadar gerakan, tetapi simbol pengesaan Allah. Dilakukan sejak awal tasyahud, dengan posisi duduk yang sesuai tuntunan, serta pandangan yang terfokus, semua ini menjadi bagian dari kesempurnaan shalat seorang Muslim. Dengan mengikuti sunnah ini, diharapkan shalat kita semakin khusyuk dan bernilai di sisi Allah. []
RUJUKAN: KOMUNITA SUNNAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

