Banyak ulama salaf seperti:
Asy-Sya’bi
‘Atha’
Sa’id bin Jubair
Al-Hasan
Qatadah
Thawus
menjelaskan bahwa qunut di sini bermakna:
الطاعة
“ketaatan”
Artinya, ketika seorang hamba berdiri dalam shalat, hendaknya ia berdiri dengan hati yang tunduk, anggota badan yang taat, dan jiwa yang patuh kepada Allah.
Allah juga berfirman:
{أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ}
“(Ibrahim adalah) seorang yang taat kepada Allah.” (QS. An-Nahl: 120)
Jadi, qunut di sini mengandung makna ketaatan penuh.
BACA JUGA: Mengenakan Cadar Ketika Shalat
Qunut berarti diam dari ucapan yang tidak pantas dalam shalat
Dahulu, pada masa awal Islam, sebagian sahabat masih berbicara dalam shalat bila ada keperluan.
Kemudian turun ayat ini:
{وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ}
Maka mereka pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara dalam shalat.
Zaid bin Arqam رضي الله عنه berkata:
“Dahulu kami berbicara di belakang Rasulullah ﷺ dalam shalat. Seseorang di antara kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya, hingga turun ayat:
{وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ}
maka kami diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara.”
Ini menunjukkan bahwa seorang yang berdiri dalam shalat harus menjaga:
lisannya,
gerak-geriknya,
dan seluruh adab shalatnya.
Qunut juga bermakna khusyuk
Mujahid رحمه الله menafsirkan qunut dengan:
خاشعين
“dalam keadaan khusyuk”
Kekhusyukan itu tampak pada:
menundukkan pandangan,
tidak menoleh tanpa kebutuhan,
tidak bermain-main,
tidak sibuk dengan dunia,
dan menghadirkan hati di hadapan Allah.
Para ulama terdahulu sangat menjaga hal ini. Disebutkan bahwa bila salah seorang dari mereka sedang shalat, ia merasa takut kepada Ar-Rahman untuk:
menoleh,
memainkan kerikil,
menyentuh sesuatu tanpa kebutuhan,
atau memikirkan urusan dunia secara sengaja.
Inilah gambaran shalat yang hidup, bukan sekadar gerakan fisik.
BACA JUGA: Disunnahkan Beristighfar Tiga Kali Setelah Shalat Fardhu
Qunut juga bermakna panjang berdiri dalam shalat
Sebagian ulama menafsirkan qunut dengan panjang berdiri dalam shalat.
Dari Jabir رضي الله عنه, ketika Nabi ﷺ ditanya:
“Shalat apakah yang paling utama?”
Beliau menjawab:
«طُولُ الْقُنُوتِ»
“Yang paling panjang qunutnya (berdirinya).”
Artinya, di antara tanda keutamaan shalat adalah lama berdiri dengan penuh kekhusyukan, khususnya ketika membaca Al-Qur’an. []
RUJUKAN: AR-ISLAM.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

