Home RamadhanPuasa tapi Tidak Menjaga Lisan?

Puasa tapi Tidak Menjaga Lisan?

Apabila seseorang berbuat demikian sebulan penuh maka dirinya dapat beristiqamah sepanjang tahun tersebut.

by Abu Umar
0 comments 96 views

Pertanyaan: Perbincangan seseorang dengan kalimat yang diharamkan pada siang hari di bulan Ramadhan, apakah dapat merusak puasanya?

Jawaban: Jika kita membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183) kita bisa mengetahui hikmah dari kewajiban puasa, yaitu takwa dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

BACA JUGA:  Apakah Berbuat Dosa Membatalkan Puasa?

Adapun takwa adalah meninggalkan perkara yang dilarang. Ketika diucapkan secara mutlak, maka maksudnya adalah melaksanakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta perbuatan bodoh maka Allah tidak butuh kepadanya dalam meninggalkan makan dan minumnya.”

Dengan demikian, hendaknya orang yang berpuasa bersungguh-sungguh dalam menjauhi perkara haram baik ucapan maupun perbuatan, tidak membicarakan aib orang, dusta, saling memfitnah, menjual barang haram dan menjauhi semua perkara haram.

Apabila seseorang berbuat demikian sebulan penuh maka dirinya dapat beristiqamah sepanjang tahun tersebut. Akan tetapi amat disayangkan kebanyakan orang tidak membedakan hari ketika berpuasa dan hari-hari lainnya.

BACA JUGA:  Menonton Televisi bagi Orang yang Berpuasa

Mereka tetap dalam kebiasaannya mengatakan hal-hal yang diharamkan seperti dusta, menipu, dan yang lainnya. Mereka tidak merasa harus menjaga puasanya. Perbuatan-perbuatan ini tidak membatalkan puasa, akan tetapi dapat mengurangi pahalanya, boleh jadi ketika ditimbang pahala puasanya lenyap.

(Kitaab Fataawaa ash-Shiyaam hal. 57) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119