Home MuhasabahFutur Itu Biasa, Namun Jangan Sampai Bermaksiat Ketika Futur

Futur Itu Biasa, Namun Jangan Sampai Bermaksiat Ketika Futur

Ingatlah, futur hanyalah ujian sementara. Namun, kemaksiatan yang dilakukan saat futur bisa meninggalkan luka yang panjang di hati.

by Abu Umar
0 comments 10 views

Setiap muslim pasti pernah merasakan masa-masa semangat beribadah begitu membara. Shalat terasa nikmat, Al-Qur’an mudah dibaca, dzikir terasa ringan, dan hati dipenuhi kerinduan kepada Allah. Namun, tidak selamanya semangat itu berada pada puncaknya. Ada saatnya hati melemah, ibadah terasa berat, dan semangat menurun. Inilah yang dikenal dengan istilah futur.

Futur bukanlah sesuatu yang asing. Bahkan Rasulullah Muhammad ﷺ telah mengabarkan bahwa setiap orang pasti mengalaminya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang bersikap ketika futur datang.

Beliau ﷺ bersabda,

لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدِ اهْتَدَى وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

“Setiap amalan memiliki masa semangat, dan setiap masa semangat memiliki masa futur. Barang siapa yang ketika futurnya tetap berada di atas sunnahku, maka ia telah mendapat petunjuk. Barang siapa yang futurnya menuju selain itu, maka ia akan binasa.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

BACA JUGA: Jauhi Maksiat, Wahai Anakku

Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat penting. Futur bukan berarti berhenti total dari ketaatan, apalagi menjadi alasan untuk bermaksiat. Seorang mukmin yang sedang futur mungkin tidak mampu melakukan ibadah sebanyak biasanya, tetapi ia tetap menjaga shalat wajib, menjauhi dosa, menjaga lisan, dan tidak meninggalkan kewajiban yang Allah tetapkan.

Allah Ta’ala berfirman,

﴿فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ﴾

“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana yang diperintahkan.” (QS. Hud: 112)

Istiqamah bukan berarti selalu melakukan amalan dalam jumlah yang besar, melainkan tetap berada di jalan Allah dalam setiap keadaan. Ketika semangat meningkat, perbanyaklah amal. Ketika semangat menurun, jangan lepaskan kewajiban dan jangan mendekati kemaksiatan.

Rasulullah Muhammad ﷺ juga bersabda,

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Di antara tanda kebahagiaan seorang hamba adalah apabila setiap kali ia tergelincir, ia segera kembali kepada Allah.”

BACA JUGA:  

banner

7 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Hati Terasa Futur

Karena itu, jika hari ini engkau merasa futur, jangan berputus asa. Tetaplah menjaga shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat, berdzikir meski sebentar, dan jauhi segala bentuk maksiat. Jangan biarkan setan memanfaatkan lemahnya semangatmu untuk menyeretmu ke dalam dosa.

Ingatlah, futur hanyalah ujian sementara. Namun, kemaksiatan yang dilakukan saat futur bisa meninggalkan luka yang panjang di hati. Maka bertahanlah di atas ketaatan semampumu, karena Allah lebih mencintai hamba yang istiqamah daripada hamba yang sesekali berlari kencang lalu berhenti sama sekali. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119