Gunjing atau ghibah adalah perbuatan tercela.
Ia bukan dosa ringan.
Ia merusak kehormatan saudara sendiri.
Dan yang lebih mengkhawatirkan, ia dapat merusak pahala puasa.
Ada sebuah hadits yang menyebutkan:
“Lima hal yang membatalkan pahala berpuasa, yaitu: ghibah, mengadu domba, berdusta, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Ad Dailami.
Maknanya jelas.
BACA JUGA: Memberi Makan Fakir Miskin sebagai Pengganti Puasa bagi Lansia
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus.
Puasa adalah menahan diri dari dosa.
Secara fikih, ghibah tidak membatalkan puasa dalam arti harus mengganti di hari lain.
Namun ia bisa menghapus pahala.
Ini yang sering tidak dipahami.
Banyak orang sanggup menahan makan seharian.
Tetapi lisannya tetap sibuk membicarakan aib orang lain.
Padahal Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan hakikat ghibah.
Beliau, Rasulullah Muhammad, bersabda bahwa ghibah adalah menyebut sesuatu tentang saudaramu yang ia tidak suka.
Jika yang disebut itu benar, itu tetap ghibah.
Jika tidak benar, itu fitnah.
Dua-duanya dosa.
Puasa seharusnya melatih kejujuran dan penjagaan diri.
Kalau lisan masih liar, berarti ada yang belum beres dalam ibadah kita.
Bayangkan seseorang berpuasa sebulan penuh.
Lapar terasa.
Haus terasa.
Namun pahala habis karena ghibah yang dianggap sepele.
BACA JUGA: Jarak Safar yang Membolehkan Tidak Berpuasa
Itu kerugian besar.
Ramadhan adalah momen membersihkan hati.
Bukan ajang membuka aib.
Kalau ingin puasa bernilai di sisi Allah, jaga lisan lebih serius.
Tahan komentar.
Hindari obrolan yang tidak perlu.
Karena bisa jadi, yang membatalkan pahala puasa bukan makanan, tapi kata-kata kita sendiri. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

