Berbuat dosa tidak membatalkan puasa. Puasa seseorang tetap sah secara hukum. Namun puasanya menjadi tidak sempurna. Bahkan bisa jadi ia tidak mendapatkan pahala puasa secara utuh.
Contohnya adalah melakukan dosa besar. Misalnya terlibat dalam transaksi riba. Atau membeli saham di bank yang berbasis riba. Puasanya tetap sah. Akan tetapi nilainya di sisi Allah bisa berkurang.
Allah menjelaskan tujuan puasa dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
BACA JUGA: Puasa Ramadhan yang Menghapus Dosa: Rahasia Iman dan Ikhlas
Ayat ini menunjukkan hikmah puasa. Puasa bertujuan menumbuhkan ketakwaan. Ketakwaan berarti menjalankan perintah Allah. Ketakwaan juga berarti meninggalkan perkara yang haram.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله menjelaskan bahwa “perkataan dusta” adalah ucapan bohong. Sedangkan “mengamalkannya” berarti melakukan perbuatan yang mengandung kebohongan.
BACA JUGA: Kapan Wanita Hamil dan Menyusui Boleh Tidak Berpuasa?
Ibnu Al-‘Arabi رحمه الله mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa semacam ini bisa kehilangan pahala puasanya. Pahala puasa tidak mampu menutupi dosa-dosa tersebut.
Al-Baidhawi رحمه الله juga menjelaskan bahwa tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Tujuan utamanya adalah menundukkan hawa nafsu. Puasa juga melatih jiwa agar meninggalkan keburukan.
Jika tujuan ini tidak tercapai, maka puasa itu tidak sempurna.
Karena itu, orang yang berpuasa harus menjaga lisannya. Ia juga harus menjaga perbuatannya. Dengan demikian puasa benar-benar melahirkan ketakwaan. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

