Setiap anak Adam pasti pernah tergelincir dalam dosa. Namun rahmat Allah lebih luas daripada kesalahan hamba-Nya. Di antara bentuk kasih sayang-Nya, Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya, bahkan mengajarkan kepada kita amalan khusus yang mengiringinya: shalat dua rakaat.
Dalil Shalat Taubat
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Nabi ﷺ:
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia berdiri bersuci dengan baik, kemudian shalat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman Allah dalam Surah Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Ali Imran ayat 135:
“Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka… dan mereka tidak terus-menerus dalam dosa itu sedang mereka mengetahui.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dinilai hasan atau shahih oleh para ulama hadits.
BACA JUGA: Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Penjelasan Ulama Salaf
Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan bahwa dianjurkan bagi orang yang berdosa untuk berwudhu dan menunaikan shalat dua rakaat sebagai bagian dari taubatnya.
Demikian pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa shalat termasuk sebab terbesar dihapuskannya dosa, terlebih jika dilakukan dengan taubat yang tulus dan istighfar yang sungguh-sungguh.
Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah juga menegaskan bahwa di antara bentuk kesempurnaan taubat adalah mengiringinya dengan amal shalih. Shalat dua rakaat ini termasuk amal yang secara khusus disebutkan dalam sunnah sebagai pengiring taubat.
Bahkan dalam riwayat-riwayat salaf disebutkan bahwa sebagian mereka, jika terjatuh dalam kesalahan, segera bangkit mengambil wudhu dan menunaikan shalat, sebagai bentuk penyesalan dan kembali kepada Allah. Mereka tidak menunda-nunda taubat.
Mengapa Shalat Mengiringi Taubat?
Karena shalat adalah:
- Wujud kehinaan diri di hadapan Allah
- Pengakuan akan kelemahan dan kebutuhan kepada ampunan-Nya
- Amal yang menghapus dosa
Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa kebaikan-kebaikan akan menghapus keburukan. Maka shalat dua rakaat ini menjadi bentuk nyata dari “kebaikan” yang memadamkan api dosa.
Tidak Disebutkan di Kitab Tertentu?
Sebagian orang bertanya, mengapa dalam kitab seperti Riyadhus Shalihin tidak secara khusus disebutkan istilah “shalat taubat”?
Jawabannya sederhana: tidak semua dalil agama harus tercantum dalam satu kitab tertentu. Selama amalan tersebut memiliki dalil shahih dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka ia adalah bagian dari syariat, meskipun tidak disebutkan dalam buku tertentu.
Agama ini dibangun di atas dalil, bukan pada tercantum atau tidaknya dalam satu karya ulama.
BACA JUGA: Batas Waktu Shalat Subuh
Tata Cara Singkat Shalat Taubat
- Menyesali dosa dengan sungguh-sungguh
- Berwudhu dengan sempurna
- Shalat dua rakaat
- Memperbanyak istighfar dan doa
- Bertekad tidak mengulangi dosa tersebut
Dan yang terpenting, tidak terus-menerus dalam maksiat.
Penutup
Shalat taubat bukan sekadar ritual dua rakaat. Ia adalah momen kembali. Momen tangisan. Momen pengakuan bahwa kita hamba yang lemah, dan Allah adalah Rabb Yang Maha Pengampun.
Jangan tunda taubat.
Jangan biasakan dosa.
Bangkitlah, berwudhulah, dan shalatlah dua rakaat.
Semoga Allah menerima taubat kita dan menghapus dosa-dosa kita. []
REFERENSI: AL-MANHAJ
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

