Home Kajian5 Tanda Kesengsaraan menurut Ulama Salaf

5 Tanda Kesengsaraan menurut Ulama Salaf

Nasihat Fudhoil bin Iyadh rahimahullah ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menyadarkan. Agar kita mengoreksi hati sebelum terlambat.

by Abu Umar
0 comments 59 views

Kesengsaraan hidup tidak selalu tampak dalam bentuk kemiskinan, penyakit, atau musibah yang terlihat oleh mata. Terkadang, seseorang tampak sehat, berkecukupan, dan dihormati manusia, namun hakikatnya ia sedang berada dalam kesengsaraan yang paling dalam. Para ulama salaf sangat peka membaca tanda-tanda ini. Salah satunya adalah Fudhoil bin Iyadh rahimahullah, seorang imam besar dalam zuhud dan takut kepada Allah, yang memberikan nasihat berharga tentang tanda-tanda kesengsaraan hati.

Beliau berkata bahwa ada lima tanda kesengsaraan.

Tanda pertama adalah kerasnya hati.

Hati yang keras tidak lagi tersentuh oleh ayat-ayat Allah, tidak bergetar saat mendengar peringatan tentang akhirat, dan tidak merasa bersalah ketika terjatuh dalam dosa. Inilah musibah terbesar, karena hati yang keras sulit menerima nasihat. Allah Ta’ala mencela hati semacam ini, bahkan menyerupakannya lebih keras daripada batu. Ketika hati sudah membatu, maka cahaya hidayah sulit menembusnya.

BACA JUGA:  4 Tanda Munafik Sejati

Tanda kedua adalah mata yang tidak pernah menangis karena takut kepada Allah.

Tangisan karena Allah bukan tanda kelemahan, melainkan tanda hidupnya hati. Air mata yang jatuh saat mengingat dosa, kematian, dan azab Allah adalah nikmat besar. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa salah satu golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari kiamat adalah orang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu kedua matanya berlinang. Jika mata kering dari tangisan takut kepada Allah, itu pertanda hati sedang sakit.

Tanda ketiga adalah sedikitnya rasa malu.

Malu adalah cabang dari iman. Ketika rasa malu hilang, seseorang akan ringan melakukan maksiat, tidak peduli pandangan Allah, dan tidak lagi menjaga batasan. Sedikit malu kepada Allah menandakan iman yang melemah dan hati yang jauh dari muraqabah (merasa diawasi Allah).

BACA JUGA:  3 Tanda Kemuliaan Seseorang Menurut Imam Asy-Syafi’i

Tanda keempat adalah panjang angan-angan.

Terlalu berharap hidup panjang membuat seseorang lalai dari persiapan akhirat. Ia menunda taubat, menunda amal saleh, dan merasa kematian masih jauh. Padahal, kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia. Panjang angan-angan adalah pintu kelalaian.

Tanda kelima adalah cinta kepada dunia.

Dunia dicintai secara berlebihan hingga akhirat dilupakan. Hati sibuk mengejar harta, jabatan, dan pujian, namun berat melangkah menuju ketaatan. Cinta dunia adalah pangkal banyak keburukan, dan menjadi hijab antara hamba dengan Rabb-nya.

Nasihat Fudhoil bin Iyadh rahimahullah ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menyadarkan. Agar kita mengoreksi hati sebelum terlambat. Karena kesengsaraan sejati bukanlah sempitnya dunia, melainkan jauhnya hati dari Allah. Semoga Allah melembutkan hati kita, membasahi mata kita dengan air mata taubat, dan mencabut cinta dunia dari dada kita. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119