Home Kajian3 Tata Aturan Bicara dalam Islam

3 Tata Aturan Bicara dalam Islam

Bila ada kondisi yang menuntut pembenahan, sedangkan orang-orang enggan mengoreksi dengan menasihati atau yang lainnya, maka mereka telah melakukan kemaksiatan dan dosa.

by Abu Umar
0 comments 148 views

Di antara tata aturan berbicara yang digariskan oleh ajaran Islam adalah sebagai berikut:

Pertama, kata-kata yang keluar dari mulut setiap muslim haruslah kata-kata pilihan yang mempunyai manfaat baik bagi diri-nya sendiri maupun bagi orang lain.

Perkataan-perkataan yang diharamkan harus dihindari.

Di antara karakter orang beriman adalah menjaga mulutnya dari mengucapkan hal-hal yang tidak berguna sebagaimana firman Allah SWT, “dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,” (al-Mu’minuun: 3) Arti al-laghwu adalah ucapan-ucapan yang mengandung dosa, seperti menggunjing, mengadu atau menodai kehormatan orang lain dan lainnya.

BACA JUGA: 3 Orang yang Tidak Diajak Bicara Allah

Kedua, menghindari banyak bicara, meskipun yang dibicarakan adalah hal-hal yang dibolehkan agama.

Hal ini karena di saat seseorang banyak bicara sering kali dia lepas ken-dali sehingga menyinggung hal-hal yang haram atau makruh, dengan tanpa dia sadari. Sahabat Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ الْقَلْبِ وَإِنْ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

“Janganlah kalian banyak bicara dengan tanpa mengingat Allah SWT. Karena sesungguhnya banyak bicara dengan tanpa ingat kepada Allah SWT bisa menyebabkan kerasnya hati. Sedangkan orang yang paling jauh dari Allah SWT adalah orang yang hatinya keras.” (HR at-Tirmidzi)

Sahabat Umar r.a. berkata, “Barangsiapa banyak bicara, maka banyak salahnya. Barangsiapa banyak salahnya maka banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya maka neraka adalah tempat yang tepat untuknya.”

BACA JUGA: 4 Kalimat Syukur yang Dianjurkan Dibaca Saat Pagi

Ketiga, bila suatu perkataan dimaksudkan untuk kemaslahatan, menegakkan kebenaran dan amar ma’ruf nahi munkar, maka mengungkapnya adalah wajib, bahkan termasuk perilaku yang sangat terpuji.

Sebaliknya, bila ada kondisi yang menuntut pembenahan, sedangkan orang-orang enggan mengoreksi dengan menasihati atau yang lainnya, maka mereka telah melakukan kemaksiatan dan dosa. Orang yang diam, tidak menegakkan ke-benaran laksana setan yang bisu. []

Sumber: Akhlak Rasul, Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hisyami / Penerbit: Gema Insani Press / Cetakan Kedelapan, Dzulhijjah 1441 H / Agustus 2019 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119