Home IbadahDoa Agar Telepas dari Hutang

Doa Agar Telepas dari Hutang

Karena utang yang belum terbayar bukan sekadar angka, tetapi amanah.

by Abu Umar
0 comments 106 views

Utang adalah perkara yang sering dianggap ringan oleh banyak orang, padahal dalam pandangan Islam ia termasuk urusan yang sangat berat. Bukan sekadar persoalan dunia, tetapi menyentuh tanggung jawab di hadapan Allah Ta’ala. Karena itu, Rasulullah ﷺ memberi perhatian besar terhadap niat dan sikap seseorang ketika mengambil harta orang lain.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

“Barang siapa yang mengambil (meminjam) harta orang lain dengan niat akan membayarnya, maka Allah akan menunaikan (membantunya melunasi). Dan barang siapa yang mengambilnya dengan niat ingin merusaknya, maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 2387)

Hadis ini menunjukkan bahwa niat adalah fondasi utama dalam perkara utang. Orang yang meminjam dengan hati yang jujur, sungguh-sungguh ingin melunasi, dan tidak berniat menzalimi, akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Bisa jadi Allah lapangkan rezekinya, Allah mudahkan jalannya, atau Allah bukakan sebab-sebab yang tidak disangka-sangka hingga utangnya terbayar.

BACA JUGA:  Doa Ketika Imam sedang Turun

Sebaliknya, orang yang berutang dengan niat buruk—sekadar ingin mengambil keuntungan, menunda tanpa alasan, atau bahkan berniat tidak membayar—maka ia sedang mengundang kebinasaan. Kebinasaan itu bisa berupa sempitnya hidup, hilangnya keberkahan, rusaknya kepercayaan manusia, bahkan azab di akhirat kelak. Betapa banyak orang yang hidupnya terasa berat, bukan karena kurang harta, tetapi karena ada hak manusia yang belum ditunaikan.

Beratnya perkara utang ini tercermin dari doa Rasulullah ﷺ yang sering beliau panjatkan dalam salatnya. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia mengabarkan:

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ الْمَغْرَمِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

“Rasulullah ﷺ biasa berdoa dalam salat: Allahumma inni a‘udzu bika minal ma’tsami wal maghram (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan utang).”

Lalu ada seseorang yang bertanya, “Mengapa engkau sering sekali berlindung dari utang, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya seseorang jika terlilit utang, ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menyingkap bahaya utang yang sering luput disadari. Utang bukan hanya menekan secara ekonomi, tetapi juga merusak akhlak. Awalnya seseorang berniat baik, namun ketika tidak mampu membayar, ia mulai berdusta. Awalnya hanya menunda, lama-lama mengingkari. Dari satu utang, lahirlah dosa demi dosa.

BACA JUGA: 7 Penyebab Doa Belum Terkabul

Inilah sebabnya para ulama salaf sangat berhati-hati dalam berutang. Mereka tidak memandang utang sebagai solusi ringan, kecuali dalam keadaan benar-benar darurat dan disertai tekad kuat untuk melunasi. Sebagian dari mereka bahkan lebih memilih hidup sederhana, menahan kebutuhan, daripada memikul beban utang yang bisa menyeret kepada kehinaan di dunia dan akhirat.

Saudaraku, jika engkau terpaksa berutang, luruskan niatmu sejak awal. Catat utangmu dengan jelas, jujur dalam berjanji, dan bersungguh-sungguhlah mencari jalan untuk melunasinya. Perbanyak doa agar Allah melapangkan rezeki dan memudahkan pembayaran. Dan jika Allah telah memberimu kelapangan, segeralah tunaikan hak orang lain sebelum nyawa berpisah dari raga.

Karena utang yang belum terbayar bukan sekadar angka, tetapi amanah. Dan amanah akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah Ta’ala.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119