Home TsaqofahMengapa Jangan Pernah Mengharapkan Balasan dari Manusia, Bahkan Sekadar Ucapan Terima Kasih Sekalipun?

Mengapa Jangan Pernah Mengharapkan Balasan dari Manusia, Bahkan Sekadar Ucapan Terima Kasih Sekalipun?

Hati yang bergantung kepada manusia akan mudah terluka, sedangkan hati yang bergantung kepada Allah akan selalu tenang.

by Abu Umar
0 comments 14 views

Salah satu penyebab hati mudah kecewa adalah karena terlalu banyak berharap kepada manusia. Kita telah membantu, memberi, berkorban, bahkan meluangkan waktu dan tenaga, tetapi balasan yang diharapkan tidak kunjung datang. Jangankan balasan berupa materi, terkadang ucapan “terima kasih” pun tidak kita dapatkan. Akhirnya hati dipenuhi rasa kesal, sedih, bahkan enggan berbuat baik lagi.

Padahal seorang mukmin diajarkan untuk mengikhlaskan amalnya semata-mata karena Allah Ta’ala, bukan karena pujian, penghargaan, atau balasan dari manusia.

Allah berfirman:

﴿إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا﴾

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih.” (QS. Al-Insan: 9)

BACA JUGA:  Mengapa Menghafal Hadis dalam Bahasa Arab Lebih Utama?

Ayat ini menjadi pelajaran yang sangat agung. Orang-orang saleh berbuat baik bukan karena ingin dikenang atau dipuji. Mereka bahkan tidak mengharapkan ucapan terima kasih. Sebab, tujuan mereka hanya satu, yaitu mencari ridha Allah.

Rasulullah Muhammad ﷺ juga mengingatkan bahwa setiap amal tergantung niatnya.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika niat kita adalah mencari keridhaan Allah, maka sikap manusia tidak akan memengaruhi semangat kita dalam berbuat baik. Dipuji ataupun dicela, dihargai ataupun dilupakan, kita tetap melangkah karena Allah mengetahui setiap amal yang kita lakukan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Barang siapa mengenal manusia, ia akan tenang dari keinginan mendapatkan pujian mereka.”

Perkataan ini mengajarkan bahwa hati tidak seharusnya bergantung kepada penilaian manusia. Hati yang bergantung kepada manusia akan mudah terluka, sedangkan hati yang bergantung kepada Allah akan selalu tenang.

Bukan berarti kita mengajarkan manusia untuk tidak berterima kasih. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ

“Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

BACA JUGA:  

banner

Bacalah Quran, Jangan Pernah Tinggalkan

Hadis ini merupakan adab bagi orang yang menerima kebaikan. Namun, bagi orang yang memberi, jangan jadikan ucapan terima kasih sebagai tujuan. Bersyukurlah jika mendapatkannya, tetapi jangan kecewa jika tidak.

Sesungguhnya balasan terbaik bukanlah pujian manusia, melainkan pahala yang Allah simpan di akhirat. Apa yang ada di sisi manusia akan habis, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.

Karena itu, teruslah menolong, teruslah memberi, teruslah memaafkan, dan teruslah berbuat baik. Jangan berhenti hanya karena manusia lupa menghargaimu. Allah tidak pernah lupa mencatat setiap tetes keringat, setiap pengorbanan, dan setiap niat yang ikhlas.

Semoga Allah menjadikan hati kita ikhlas dalam setiap amal, membersihkan niat kita dari keinginan dipuji manusia, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang hanya mengharap balasan dari-Nya. Āmīn. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119