Home Tanya JawabHukum Mengolok-olok Allah atau Rasul-Nya atau Sunnah Beliau

Hukum Mengolok-olok Allah atau Rasul-Nya atau Sunnah Beliau

Tidaklah hal itu terjadi kecuali dengan taubat kepada Allah dari kekafiran mereka yaitu mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, dan ayat-ayat-Nya.

by Abu Umar
0 comments 117 views

Pertanyaan. Apakah hukum mengolok-olok kepada Allah atau Rasul Nya atau sunnah beliau?

Jawaban: Mengolok-olok kepada Allah atau Rasul-Nya dan sunnah nya beliau adalah kafir dan murtad -keluar dari lalam-, berdasarkan firman Allah

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَعَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْرِبُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ.

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlahu “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman….” (QS. at-Taubah: 65-66)

BACA JUGA:  Hukum Mempergunakan Kata (Lau) (Seandainya)

Setiap orang yang mengolok-olok Allah atau Rasul-Nya atau kepada agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia telah kafir dan murtad Wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah, karena Dia akan menerima taubatnya berdasarkan firman Allah tentang orang-orang yang mengolok olok:

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةٌ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka. adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. at-Taubah: 66)

BACA JUGA:  Apa yang Dilakukan Seseorang terhadap Keluarganya Jika Dia Memerintahkan untuk Shalat namun Mereka Tidak Mau Mendengarnya?

Allah telah menjelaskan untuk menerima taubat segolongan dari mereka , tidaklah hal itu terjadi kecuali dengan taubat kepada Allah dari kekafiran mereka yaitu mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, dan ayat-ayat-Nya.

(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2/155-156) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119