Setiap orang mendambakan rumah yang nyaman dan menenteramkan. Namun Islam mengajarkan bahwa kenyamanan sejati sebuah tempat tinggal tidak diukur dari luas bangunan atau mewahnya perabot, melainkan dari hadirnya rahmat Allah di dalamnya. Inilah pelajaran agung yang dapat kita petik dari kisah Ashabul Kahfi.
Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا
“Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.” (Q.S. Al-Kahfi: 16)
Gua adalah tempat yang sempit, gelap, dan jauh dari kenyamanan manusia. Namun ketika rahmat Allah tercurah di dalamnya, gua tersebut berubah menjadi tempat perlindungan yang aman hingga para pemuda Ashabul Kahfi dapat tertidur ratusan tahun tanpa gangguan. Al-Imam Fakhruddin Ar-Razi rahimahullah menegaskan, “Jika rahmat Allah turun pada suatu tempat, maka kesempitan berubah menjadi kelapangan dan bahaya berubah menjadi keselamatan.”
BACA JUGA: Utang, Peringatan, dan Rahmat Allah
Ayat ini juga menunjukkan bahwa rahmat Allah tidak hanya menghadirkan ketenangan, tetapi juga memudahkan segala urusan. Allah berfirman, “Dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.” Ibnu ‘Athiyyah rahimahullah menjelaskan, “Makna mirfaq adalah segala sebab yang mengantarkan kepada kebaikan dan kemudahan hidup.”
Lalu bagaimana agar rahmat Allah tersebar di rumah-rumah kita?
Pertama, menghidupkan rumah dengan Al-Qur’an. Allah menyebut Al-Qur’an sebagai rahmat bagi orang-orang beriman (Q.S. Al-Isra’: 82). Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibaca Al-Qur’an akan terasa lapang bagi penghuninya dan disaksikan oleh para malaikat.”
Kedua, mengadakan majelis ilmu dan dzikir di rumah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa rumah yang dipakai untuk mengingat Allah akan didatangi malaikat dan diliputi rahmat. Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Turunnya malaikat adalah tanda turunnya ketenangan dan rahmat Allah.”
Ketiga, melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Nabi ﷺ bersabda:
“Laksanakanlah sebagian shalatmu di rumah dan janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan.”
(HR. Muslim)
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Shalat sunnah di rumah adalah sebab hidupnya rumah dan sebab datangnya keberkahan bagi keluarga.” Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa shalat sunnah di rumah akan mendatangkan kebaikan khusus yang Allah letakkan di dalamnya.
Keempat, membiasakan mengucapkan salam saat masuk rumah. Salam bukan sekadar ucapan, melainkan doa agar rahmat dan keberkahan Allah turun. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Salam adalah pembuka kebaikan dan penolak keburukan.”
BACA JUGA: Hidupkan Dzikir di Rumahmu
Kelima, menjauhkan rumah dari kemungkaran. Maksiat adalah penghalang terbesar turunnya rahmat. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Aku terhalang dari qiyamul lail karena dosa yang aku perbuat.” Jika dosa bisa menghalangi ibadah, maka ia pun bisa menghalangi rahmat Allah dari sebuah rumah.
Keenam, membersihkan rumah dari patung dan anjing, karena keduanya menghalangi masuknya malaikat rahmat. Al-Imam Malik rahimahullah menegaskan bahwa menjaga rumah dari hal-hal semacam ini termasuk bentuk pemuliaan terhadap syiar Islam.
Dengan demikian, rumah yang diberkahi bukanlah rumah yang paling indah di mata manusia, tetapi rumah yang paling hidup dengan ketaatan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

