Home Akhir ZamanBerpegang Teguh pada Sunnah di Zaman Fitnah

Berpegang Teguh pada Sunnah di Zaman Fitnah

Orang-orang asing inilah mereka yang tetap lurus ketika banyak manusia menyimpang.

by Abu Umar
0 comments 151 views

Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan sekaligus kabar tentang beratnya ujian iman di akhir zaman. Dalam sebuah hadits yang sahih, beliau bersabda:

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”  (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadits ini bukan sekadar gambaran, melainkan realitas yang semakin terasa. Di zaman ketika kebenaran dianggap asing dan kebatilan dibungkus dengan berbagai hiasan, istiqamah di atas agama bukan perkara ringan. Ia menuntut kesabaran, keteguhan hati, dan kesiapan untuk menanggung rasa sakit.

BACA JUGA: Takutlah dari Menyelisihi Sunnah!

Al-Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menggunakan perumpamaan yang sangat jelas secara kasat mata. Orang yang bersabar memegang Al-Qur’an dan As-Sunnah akan mendapatkan tekanan, cercaan, bahkan permusuhan dari ahlul bid’ah dan orang-orang yang menyimpang. Keadaan ini dianalogikan seperti menggenggam bara api: panasnya menyakitkan, namun jika dilepas, maka keselamatan agama yang hilang.

Ulama salaf telah jauh hari mengingatkan tentang beratnya istiqamah. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Berpeganglah pada jalan hidayah dan jangan merasa sendirian karena sedikitnya orang yang menempuhnya.” Nasihat ini menegaskan bahwa ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, melainkan kesesuaiannya dengan wahyu.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah adalah contoh nyata dari hadits ini. Ketika mayoritas ulama tertekan oleh fitnah khalq Al-Qur’an, beliau memilih bersabar di atas kebenaran meski harus dipenjara dan disiksa. Beliau berkata, “Jika seorang alim diam karena takut, maka kapan kebenaran akan tampak?” Kesabaran beliau laksana menggenggam bara api, namun justru dengannya Allah mengangkat derajatnya.

Hasan al-Bashri rahimahullah juga berkata, “Sesungguhnya Islam di awalnya asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Orang-orang asing inilah mereka yang tetap lurus ketika banyak manusia menyimpang.

BACA JUGA: Fitnah Anak dan Harta

Di zaman ini, berpegang pada agama bisa berarti menahan diri dari syubhat, menolak arus maksiat yang dianggap biasa, dan tetap menjadikan Al-Qur’an serta Sunnah sebagai rujukan utama, meski dicela dan ditertawakan. Rasa perih itu nyata, sebagaimana panasnya bara api di telapak tangan.

Namun, di balik rasa sakit tersebut tersimpan kemuliaan besar. Kesabaran dalam menjaga iman adalah bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka, wahai kaum muslimin, jika hari ini terasa berat untuk istiqamah, ingatlah sabda Nabi ﷺ ini. Lebih baik merasakan panasnya bara di dunia, daripada menyesal di akhirat karena melepas kebenaran. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119