Home MuamalahAdab Meminjam Uang yang Santun menurut Para Ulama Salaf

Adab Meminjam Uang yang Santun menurut Para Ulama Salaf

Meminjam uang bukan hanya masalah transaksi, tetapi juga bagian dari akhlak dan amanah.

by Abu Umar
0 comments 168 views

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang seseorang mengalami kesempitan ekonomi sehingga membutuhkan bantuan berupa pinjaman uang. Meminjam bukanlah aib, namun Islam menekankan adab, amanah, dan kesantunan dalam prosesnya. Karena pinjaman adalah amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang mengambil harta manusia dengan niat ingin mengembalikannya, maka Allah akan memudahkannya. Dan siapa yang mengambil dengan niat ingin merusaknya, maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari). Hadis ini mengajarkan bahwa niat yang baik adalah dasar utama ketika seseorang meminjam uang.

BACA JUGA:  9 Adab Berdoa Agar Segera Dikabulkan

Para ulama salaf juga sangat menekankan etika dan kesantunan dalam meminjam. Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Janganlah engkau meminta sesuatu kepada saudaramu kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.” Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya menjaga kehormatannya dan tidak menjadikan pinjaman sebagai kebiasaan ketika ia mampu berusaha.

Bagaimana adab meminjam uang dengan santun menurut para ulama salaf?

Pertama, meminta dengan cara yang lembut dan rendah hati, tidak memaksa, apalagi menekan. Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Meminta dengan memaksa adalah bagian dari kezhaliman.”

Kedua, jelaskan kebutuhan dan rencana pengembaliannya. Menurut Imam Ibnul Mubarak, “Termasuk amanah adalah menjelaskan kapan engkau akan mengembalikan dan menepati waktu tersebut.” Maka penting bagi peminjam menentukan waktu yang jelas dan realistis.

Ketiga, niatkan untuk segera melunasi. Para ulama salaf berdoa agar dijauhkan dari hutang karena beratnya pertanggungjawaban. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Berhati-hatilah dengan hutang, karena awalnya adalah kekhawatiran dan akhirnya adalah kehinaan.”

BACA JUGA: 9 Adab Berjalan

Keempat, ucapkan terima kasih dan doakan pemberi pinjaman, karena ia telah membantu meringankan kesulitan Muslim lainnya.

Kelima, tepati janji. Mengundur-ngundur pembayaran tanpa alasan syar’i termasuk bentuk kezhaliman. Rasulullah ﷺ bersabda: “Menunda pembayaran bagi orang mampu adalah kezaliman.” (HR. Bukhari).

Meminjam uang bukan hanya masalah transaksi, tetapi juga bagian dari akhlak dan amanah. Barangsiapa menjaga adabnya, Allah akan bukakan pintu kemudahan baginya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119