Home Tanya JawabBagaimana Terjadinya Hisab pada Hari Kiamat?

Bagaimana Terjadinya Hisab pada Hari Kiamat?

Hisab tersebut merupakan bentuk karunia dan kemurahan Allah. Setelah seorang mukmin mengakui seluruh dosa-dosanya, Allah berfirman:

by Abu Umar
0 comments 6 views

Pertanyaan

Bagaimana kita menggabungkan antara sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa dihisab dengan perdebatan (munāqasyah), maka ia akan diazab.”

(Hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

dengan hadis lain tentang seorang mukmin yang dihisab oleh Allah, yaitu sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mendekatkan seorang mukmin, lalu meletakkan tabir di atasnya dan menutupinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini dan dosa itu?’ Ia menjawab, ‘Ya, wahai Rabbku.’ Hingga ketika ia mengakui seluruh dosa-dosanya dan merasa dirinya akan binasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia dan pada hari ini Aku mengampunimu.’ Lalu diberikanlah kepadanya catatan amal kebaikannya.”

(HR. al-Bukhari)

BACA JUGA:  Apakah Mizan (Timbangan Amal) Berjumlah Satu atau Banyak?

Jawaban

Asy-Syaikh menjawab—semoga Allah menjaga dan memelihara beliau:

Tidak ada kesulitan dalam memahami dua hadis tersebut, karena yang dimaksud dengan hisab yang disertai perdebatan (munāqasyah) adalah seseorang dihisab dengan sangat rinci, lalu dituntut atas seluruh nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Hisab yang di dalamnya terdapat perdebatan berarti seseorang dituntut secara teliti terhadap setiap amalnya, seakan-akan dikatakan kepadanya, “Sebagaimana engkau telah menerima nikmat, maka engkau harus mempertanggungjawabkannya secara sempurna.”

Adapun hisab Allah terhadap hamba-Nya yang beriman pada Hari Kiamat bukanlah seperti itu. Hisab tersebut merupakan bentuk karunia dan kemurahan Allah. Setelah seorang mukmin mengakui seluruh dosa-dosanya, Allah berfirman:

“Aku telah menutupinya bagimu di dunia dan pada hari ini Aku mengampunimu.”

BACA JUGA: Bagaimana Amal-amal Itu Ditimbang?

Lafaz “didebat (nūqisyal-ḥisāb)” dalam hadis menunjukkan makna tersebut. Sebab, perdebatan berarti adanya tuntutan, sanggahan, dan pembahasan secara rinci terhadap perkara-perkara besar maupun kecil.

Hal seperti itu tidak akan terjadi terhadap hamba Allah yang beriman. Allah menjadikan hisab mereka sebagai hisab yang ringan karena karunia, rahmat, dan kebaikan-Nya, bukan dengan cara memperdebatkan setiap amal mereka.

Adapun orang yang dihisab dengan cara diperiksa secara rinci dan diperdebatkan seluruh amalnya, maka itulah hisab yang menyebabkan kebinasaan dan azab.

Sumber: Majmū’ Fatāwā asy-Syaikh, 2/46. []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119