Di sebuah desa di negeri Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Namanya memang tidak banyak dikenal manusia pada masanya. Namun, namanya begitu harum di antara para penghuni langit. Seorang lelaki sederhana, miskin, tetapi kaya akan bakti dan cinta kepada ibunya.
Ibunya sudah tua renta, lumpuh, dan hampir tak dapat beranjak dari tempat tidur. Suatu hari, sang ibu berkata kepada Uwais, “Wahai anakku, aku sangat rindu untuk melihat Ka’bah di Makkah, rumah Allah yang selalu kucita-citakan sepanjang hidupku.”
Permintaan itu bukan perkara mudah. Jarak antara Yaman dan Makkah begitu jauh, ratusan kilometer jauhnya, membentang padang pasir dan pegunungan yang terjal. Uwais hanyalah seorang penggembala miskin yang bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun harus berjuang keras. Namun, cinta dan baktinya kepada sang ibu mengalahkan semua rasa letih dan berat di pundaknya.
BACA JUGA: Di Langit, Terdapat Rezekimu
Uwais tidak menyerah. Ia membeli seekor anak lembu, lalu membangun kandang di puncak bukit dekat rumahnya. Setiap hari, Uwais akan menggendong anak lembu itu naik dan turun bukit. Hari demi hari, bulan demi bulan, tubuhnya semakin kuat, ototnya terbentuk tanpa ia sadari. Selama delapan bulan penuh, ia terus melatih diri. Semua itu hanya demi satu tujuan: agar ia mampu menggendong ibunya ke Makkah.
Tibalah saatnya. Dengan penuh cinta, Uwais menyiapkan bekal seadanya. Ia lalu memapah ibunya naik ke punggungnya. Dengan langkah yang pasti, ia memulai perjalanan jauh itu. Panas terik gurun, debu beterbangan, dan jalan yang terjal tak pernah mematahkan semangatnya. Setiap langkahnya adalah bukti cinta. Setiap keringat yang menetes menjadi saksi bakti kepada ibunya.
Akhirnya, Uwais dan ibunya tiba di Makkah. Sang ibu pun dapat melihat Ka’bah, rumah Allah yang ia rindukan seumur hidup. Air mata haru dan syukur mengalir dari kedua mata mereka. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, Uwais kembali membawa ibunya pulang ke Yaman dengan selamat.
Diriwayatkan, Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada para sahabat, “Akan datang kepada kalian seorang pemuda dari Yaman yang namanya Uwais Al-Qarni. Dia bukan termasuk orang yang dikenal di bumi, tetapi sangat terkenal di langit. Dia memiliki seorang ibu yang sangat ia bakti kepadanya. Kalau kalian bertemu dengannya, mintalah ia memohonkan ampun kepada Allah untuk kalian.”
Sayangnya, Uwais tak pernah sempat bertemu langsung dengan Rasulullah ﷺ. Namun, setelah wafatnya Nabi, kedua sahabat mulia, Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, pernah berjumpa dengannya, seperti yang disebutkan dalam banyak riwayat shahih. Ketika itu, Umar bertanya, “Apakah engkau Uwais Al-Qarni?” Uwais menjawab, “Iya.” Umar berkata, “Mintakanlah ampunan kepada Allah untukku.” Dengan penuh rendah hati, Uwais pun mendoakan Umar.
Bakti Uwais kepada ibunya tak hanya menjadikannya istimewa di mata manusia, tetapi juga menjadikannya sosok yang disebut dan dipuji oleh Rasulullah ﷺ meskipun ia tak pernah berjumpa langsung. Ulama salaf mengatakan, kemuliaan seseorang tidak dilihat dari pangkat, harta, atau ketenaran, tetapi dari keikhlasan hatinya dan bakti kepada orang tua.
BACA JUGA: Seorang Pemuda kepada Nabi: Izinkan Aku Berzina
Imam Al-Ghazali pernah berkata, “Bakti kepada kedua orang tua adalah sebab terbukanya pintu-pintu keberkahan dari Allah.” Kisah Uwais menjadi teladan sepanjang zaman, bahwa cinta sejati kepada orang tua dapat mengantarkan seseorang pada kedudukan mulia di sisi Allah, bahkan meski di dunia ia tak dikenal siapa-siapa.
Begitulah Uwais Al-Qarni. Seorang pemuda sederhana yang namanya tidak tercetak di buku sejarah sebagai panglima atau raja, tetapi harum semerbak di langit sebagai bukti nyata bakti yang tulus. []
Referensi:
Imam Muslim, Shahih Muslim (Kitab Fadhail Ash-Shahabah, Bab Fadhail Uwais Al-Qarni)
Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah
Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin
Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Ar-Raheeq Al-Makhtum
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

