Berkata Ibnu Rajab rahimahullah :
« الإستِغفَارُ خِتَامُ الأعمَالِ الصَّالِحَة كُلِّهَا ، فَتُختَم بهِ الصَّلاةُ والحَجُّ وقِيامُ اللَّيلِ ، ويُختَمُ بهِ المَجالِسُ ؛ فَإن كَانت ذِكرًا كَان كَالطَّابِعِ عَليهَا ، وإن كَانت لَغوًا كَان كفَّارَةٌ لهَا ، فَكذلِكَ يَنبَغِي أن يُختَم صِيَام رَمضَانَ بالإستِغفَارِ.
كَتَبَ عُمرُ بنُ عَبدِ العزِيز إلى الأمصَار يَأمُرهُم بِختمِ شَهر رمضَانَ بالإستِغفَارِ والصَّدقةِ ، صَدقةُ الفِطرِ ؛
فإنَّ صَدقةَ الفِطر = طُهرَةٌ للصَّائِم مِنَ اللَّغوِ والرَّفثِ.
والإستِغفَارُ = يُرْقِع ما تَخرَّقَ مِنَ الصِّيامِ باللَّغوِ والرَّفَثِ ،
ولِهذَا قَال بَعضُ العُلمَاء المُتَقدِمِين : إنَّ صدَقَة الفِطر لِلصَّائِم كَسَجدَتَي السَّهوِ للصَّلاةِ ».
Istighfar adalah penutup bagi amalan-amalan shaleh secara keseluruhan,
BACA JUGA: Seri Fathul Makkah (2): Nabi Diperintahkan untuk Beristighfar
Shalat ditutup dengan istighfar,
Demikian pula haji dan shalat malam,
Majelis pun ditutup dengan istighfar,
Jika ia adalah dzikir maka istighfar bagaikan penutupnya,
Jika dari kelalaian maka ia bagaikan kaffarahnya,
Maka demikianlah seharusnya menutup puasa Ramadhan dengan istighfar.
Suatu hari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menulis surat ke penduduk negeri-negeri, agar mereka menutup Ramadhan dengan istighfar dan sedekah serta zakat fitri.
Karena zakat fitri itu sebagai pensuci orang yang berpuasa dari kelalaian dan sikap kasar,
BACA JUGA: Di Antara Keajaiban Istighfar
Sedangkan puasa itu membalut sesuatu yang cacat dari puasa berupa perkataan sia-sia dan kasar.
Oleh sebab itu para ulama terdahulu berkata; “Sesungguhnya zakat fitri bagi orang yang berpuasa itu bagaikan dua sujud sahwi pada shalat.” ( Latha’iful Ma’arif (383). []
✍️ Ust. Fauzan Abu Muawiyah Al Kutawy hafizhahullah
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

