Sabtu, 7 November 2026

Menghilangkan Kegundahan dan Kesedihan

talbis iblis

Setiap manusia pasti pernah merasakan kegundahan dan kesedihan. Ada yang gelisah memikirkan masa depan, takut menghadapi sesuatu yang belum terjadi. Ada pula yang terus dibayangi penyesalan atas masa lalu yang tidak mungkin diulang kembali.

Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak membiarkan dirinya terus-menerus terjebak dalam dua keadaan tersebut. Salah satu caranya adalah memusatkan perhatian pada amal dan tanggung jawab yang sedang dihadapi hari ini.

Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu sebab untuk menghilangkan kegundahan dan kesedihan adalah dengan fokus mengerjakan amalan pada hari ini, tidak terlalu mencemaskan masa depan, dan tidak larut dalam kesedihan atas masa lalu.

BACA JUGA: Saudaraku, Musibah Adalah Penghapus Dosa

Beliau menjelaskan dua keadaan yang perlu diwaspadai:

1. Hamm: Kegelisahan terhadap masa depan

Hamm adalah kegundahan atau kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi. Seseorang terus memikirkan kemungkinan buruk, membayangkan kegagalan, atau mencemaskan hal-hal yang berada di luar kendalinya.

Padahal, masa depan belum tentu berjalan sebagaimana yang dibayangkan. Tidak semua yang dikhawatirkan akan terjadi. Karena itu, seorang Muslim hendaknya bertawakal kepada Allah, mempersiapkan diri dengan baik, lalu menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

2. Hazn: Kesedihan atas masa lalu

Adapun hazn adalah kesedihan akibat sesuatu yang telah berlalu. Seseorang terus menyesali kesalahan, kehilangan, atau kesempatan yang tidak mungkin kembali.

Tentu, mengambil pelajaran dari masa lalu merupakan hal yang baik. Namun, terus-menerus meratapi sesuatu yang telah terjadi hanya akan menguras tenaga dan melemahkan semangat untuk memperbaiki keadaan.

Allah berfirman, “Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23).

BACA JUGA: Jatuh di Mata Allah, Jatuh di Hati Manusia

Fokuslah pada amal hari ini

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa perlindungan dari kegundahan dan kesedihan. Dalam salah satu doa beliau disebutkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan.” (HR. Bukhari).

Karena itu, jangan habiskan hari ini hanya untuk mencemaskan hari esok atau meratapi hari kemarin. Kerahkan kemampuan untuk memperbaiki ibadah, pekerjaan, hubungan dengan sesama, dan tanggung jawab yang ada di hadapan kita.

Masa lalu adalah pelajaran, masa depan adalah urusan Allah, sedangkan hari ini adalah kesempatan untuk beramal. []

Disarikan dari Al-Wasā’ilul Mufīdah li Nailil Hayātis Sa‘īdah, hlm. 16, karya Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di rahimahullah.

Tinggalkan komentar