Sabtu, 7 November 2026

Menjaga Pandangan di Tengah Fitnah Zaman, Melindungi Hati dari Kemaksiatan

Di zaman yang serba terbuka ini, menjaga pandangan menjadi salah satu ujian yang tidak mudah bagi seorang muslim.

Berbagai gambar, video, dan tontonan yang tidak pantas begitu mudah ditemukan, bahkan tanpa sengaja muncul di hadapan kita.

Jika tidak berhati-hati, mata yang seharusnya menjadi jalan untuk melihat kebaikan justru menjadi pintu masuk kemaksiatan.

Padahal, Allah telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan diri.

BACA JUGA: Qurrata Ayun, Penyejuk Pandangan

Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 30–31 tentang perintah menjaga pandangan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman.

Ayat ini mengajarkan bahwa menjaga pandangan bukan hanya urusan lahiriah, tetapi juga bagian dari menjaga kesucian hati.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pandangan mata termasuk bagian dari zina, dan hati memiliki keinginan serta angan-angannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan bahwa kemaksiatan terkadang bermula dari pandangan yang dibiarkan tanpa kendali.

Satu pandangan yang tidak dijaga bisa menumbuhkan rasa penasaran, kemudian berubah menjadi keinginan yang sulit dikendalikan.

Karena itu, jangan menganggap remeh tontonan yang dapat merusak hati dan melemahkan rasa malu.

Menjaga pandangan bukan berarti kita harus menutup mata dari kehidupan, tetapi belajar menghindari sesuatu yang diharamkan Allah.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa menjaga pandangan dapat membantu menjaga hati dari berbagai penyakit dan kerusakan.

Jika tanpa sengaja melihat sesuatu yang tidak pantas, segera palingkan pandangan dan jangan sengaja mengulanginya.

Kurangi kebiasaan menjelajahi konten yang tidak bermanfaat dan pilihlah tontonan yang dapat menambah ilmu serta kebaikan.

Ingatlah bahwa Allah mengetahui apa yang dilihat oleh mata dan apa yang tersembunyi di dalam hati.

Jangan merasa aman melakukan kemaksiatan hanya karena tidak ada manusia yang melihatnya.

Biasakan mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah.

BACA JUGA: Zina dan Tanda-Tanda Akhir Zaman

Ketika godaan datang, ingatlah bahwa meninggalkan sesuatu karena Allah tidak akan membuat seorang hamba merugi.

Jadikan kemampuan menjaga pandangan sebagai bentuk ketaatan dan bukti kesungguhan kita dalam menjaga kehormatan diri.

Semoga Allah menjaga mata, hati, dan pikiran kita dari segala sesuatu yang mengundang kemaksiatan serta membimbing kita untuk tetap istiqamah di tengah fitnah zaman.[]

Tinggalkan komentar