Minggu, 8 November 2026

Bahaya Cinta Dunia yang Berlebihan, Jangan Sampai Melupakan Akhirat

Syarat Mengqashar Shalat, Mudik

Dunia adalah tempat kita menjalani kehidupan, mencari rezeki, dan mengumpulkan bekal untuk perjalanan menuju akhirat.

Namun, terkadang manusia terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa mempersiapkan kehidupan yang kekal.

Harta, jabatan, popularitas, dan kemewahan sering kali membuat hati terlena jika tidak disertai keimanan.

BACA JUGA: Mencintai dan Membenci Sewajarnya

Kita bekerja keras untuk mendapatkan kesenangan dunia, tetapi sering menunda salat dan melupakan kewajiban kepada Allah.

Padahal, kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang sesungguhnya.

Allah mengingatkan dalam Surah Al-Hadid ayat 20 bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, serta ajang bermegah-megahan dan berlomba dalam harta serta anak.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi aku khawatir dunia dibentangkan bagi kalian sebagaimana dibentangkan bagi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa kelapangan dunia juga dapat menjadi ujian yang membuat manusia lalai.

Cinta dunia yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit bersyukur, mudah iri, dan tidak pernah merasa cukup.

Ia terus mengejar kekayaan, tetapi lupa bahwa semua yang dimiliki suatu saat akan ditinggalkan.

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa keterikatan hati yang berlebihan terhadap dunia dapat menjauhkan seorang hamba dari tujuan akhirat.

Islam tidak melarang kita menjadi kaya, bekerja keras, atau menikmati nikmat yang Allah berikan.

Namun, jangan sampai dunia menguasai hati hingga kita melupakan Allah dan kehidupan setelah kematian.

Jadikan harta sebagai sarana untuk beribadah, membantu sesama, bersedekah, dan melakukan berbagai kebaikan.

Jangan mengukur kemuliaan seseorang hanya dari kekayaan, jabatan, atau kemewahan yang dimilikinya.

Sebab, yang paling berharga bukanlah banyaknya harta yang dikumpulkan, melainkan amal saleh yang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.

Ingatlah bahwa rumah megah, kendaraan mewah, dan tabungan yang banyak tidak akan kita bawa ketika menghadap Allah.

BACA JUGA: Cintailah, Namun Ingat Bahwa Kita Akan Berpisah

Karena itu, seimbangkanlah usaha mencari dunia dengan kesungguhan mempersiapkan bekal akhirat.

Jangan sampai kita berhasil mengumpulkan banyak harta, tetapi justru kehilangan kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Semoga Allah menjadikan dunia berada dalam genggaman tangan kita, bukan menguasai hati kita, serta membimbing kita agar senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat.[]

Tinggalkan komentar