Silaturahmi adalah salah satu amalan mulia yang mengajarkan kita untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama manusia.
Namun, terkadang kesibukan membuat kita lupa menyapa saudara yang sudah lama tidak bertemu.
Ada pula hubungan keluarga yang merenggang hanya karena kesalahpahaman, perkataan, atau persoalan dunia.
BACA JUGA: Memutus Silaturahmi adalah Senjata Setan untuk Menghancurkan Umat
Padahal, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga ikatan persaudaraan dan tidak membiarkan permusuhan berlarut-larut.
Allah memerintahkan kita untuk bertakwa kepada-Nya dan memelihara hubungan kekeluargaan dalam Surah An-Nisa ayat 1.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat.
Menyambung silaturahmi tidak harus menunggu hari raya atau acara keluarga, tetapi bisa dimulai dengan menyapa dan menanyakan kabar.
Terkadang, sebuah pesan sederhana mampu menghidupkan kembali hubungan yang sudah lama terdiam.
Jangan biarkan gengsi menghalangi kita untuk lebih dahulu mengulurkan tangan dan membuka percakapan.
Sebab, orang yang menjaga silaturahmi bukan hanya mereka yang membalas kebaikan, tetapi juga mereka yang tetap berbuat baik ketika hubungan sedang renggang.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang benar-benar menyambung silaturahmi adalah orang yang tetap menjalin hubungan meskipun diputus oleh kerabatnya. (HR. Bukhari)
Karena itu, jangan hanya mendekati keluarga yang selalu menyenangkan hati, tetapi belajarlah bersabar menghadapi perbedaan.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menyambung silaturahmi merupakan bentuk kebaikan kepada kerabat sesuai dengan keadaan dan kemampuan seseorang.
Jika belum mampu berkunjung, kita masih bisa menelepon, mengirim pesan, atau mendoakan mereka dari kejauhan.
Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
Belajarlah memaafkan, merendahkan hati, dan tidak selalu menuntut orang lain untuk memulai kebaikan lebih dahulu.
BACA JUGA: Silaturahmi: Sebab Lapangnya Rezeki dan Panjangnya Umur
Ingatlah bahwa kehidupan terlalu singkat untuk dihabiskan dalam pertengkaran dan permusuhan.
Selagi masih ada kesempatan, hubungilah keluarga dan kerabat yang sudah lama tidak kita sapa.
Semoga Allah melembutkan hati kita, mempererat persaudaraan, dan menjadikan kita hamba yang senantiasa menjaga silaturahmi karena mengharap rida-Nya.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

