Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga ibadah yang membutuhkan ketenangan hati dan kesungguhan jiwa. Ketika shalat, seorang muslim hendaknya berusaha memusatkan perhatian kepada Allah dan tidak membiarkan pandangan maupun pikirannya teralihkan oleh hal-hal yang tidak perlu.
Rasulullah ﷺ telah memberikan tuntunan tentang cara menjaga pandangan dan menghindari gerakan yang dapat mengurangi kekhusyukan shalat. Dengan mempelajari tuntunan ini, kita diharapkan dapat memperbaiki kualitas shalat, melaksanakannya dengan tenang, serta semakin menyadari bahwa kita sedang beribadah kepada Allah.
BACA JUGA: Memohon Ampun setelah Shalat
Daftar isi
Melihat ke Tempat Sujud dan Menjaga Kekhusyukan
Jika shalat, beliau menundukkan kepala beliau dan mengarahkan pandangan beliau ke tanah.
Ketika masuk Ka’bah, pandangan beliau tidak meninggalkan tempat sujud beliau hingga keluar darinya.
Tidak sepantasnya ada sesuatu di dalam Bait (Ka’bah) yang mengusik (menyibukkan hati) seorang yang sedang shalat.
Beliau melarang menatap ke atas (langit) ketika sedang shalat, dan menegaskan larangan tersebut, sampai beliau bersabda,
“Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti mengangkat pandangan mereka ke langit saat sedang shalat atau (kalau tidak) pandangan mereka tidak akan kembali lagi kepada mereka.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “… atau benar-benar pandangan mereka akan disambar.”
Larangan Menoleh Ketika Shalat
Dalam hadis yang lain disebutkan,
“Jika kamu shalat, maka janganlah menoleh, sebab Allah mengarahkan wajah-Nya ke wajah hamba-Nya di dalam shalatnya selama ia tidak menoleh.”
Beliau juga bersabda tentang menoleh, “Itu adalah pencurian secara cepat yang dilakukan setan terhadap shalat seorang hamba.”
Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah senantiasa menghadap seorang hamba dalam shalatnya selama ia tidak menoleh. Jika ia memalingkan wajahnya, maka Allah juga berpaling darinya.
BACA JUGA: Bolehkah Lewat di Depan Makmum Saat Shalat Berjamaah?
Menghindari Gerakan yang Mengurangi Kekhusyukan
Beliau melarang tiga hal dalam shalat: sujud dengan cara mematuk seperti cara ayam mematuk makanan (maksudnya, sujud dengan gerakan yang sangat cepat, tanpa kekhusyukan), duduk dengan cara *iq’a* seperti cara duduk anjing, dan menoleh seperti cara musang menoleh.
Shalat dengan Penuh Kesungguhan
Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalatlah seperti shalat orang yang hendak berpamitan, seakan-akan kamu melihat-Nya; kalaupun kamu tidak melihat-Nya, maka Dia pasti melihatmu.”