Home IbadahKhusyuk, Ruh dari Shalat

Khusyuk, Ruh dari Shalat

Yang dituju dari gerakan-gerakan shalat pun tidak akan tercapai tanpa kehadiran hati.

by Abu Umar
1 comment 21 views

Shalat adalah tiang agama dan puncak ketaatan kepada Allah. Banyak sekali riwayat yang menunjukkan keutamaan shalat. Adapun tata krama yang paling utama dalam shalat adalah khusyuk.

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Tiadalah seseorang yang ketika datang waktu shalat fardhu, lalu benar berwudhu, khusyuk, dan rukuk, kecuali dosa-dosanya akan dihapuskan selama bukan dosa besar dalam setiap waktu.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa melaksanakan shalat dua rakaat dan tidak berbicara kepada dirinya sendiri di dalam shalatnya itu, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

BACA  JUGA: Keutamaan Besar Pahala Shalat Subuh

Kekhusyukan para salaf dalam shalat begitu mengagumkan. Ibnu Zubair ketika melaksanakan shalat seakan-akan menjadi tangkai pohon karena begitu khusyuknya. Suatu ketika, saat ia melakukan sujud, beberapa ekor burung hinggap di atas punggungnya karena mengira punggungnya adalah batang pohon yang biasa mereka hinggapi.

Ia juga pernah melaksanakan shalat di sekitar dinding tua. Ketika sebagian dinding tersebut hancur dan sebuah batu jatuh mengenai pakaiannya, ia tetap tidak bergeming.

Maimun bin Mihran berkata, “Aku tidak pernah melihat Muslim bin Yassar menoleh dalam shalatnya sama sekali. Suatu ketika salah satu pojok masjid roboh sehingga orang-orang di pasar ketakutan, tetapi Muslim bin Yassar tetap melaksanakan shalat dan tidak menoleh sedikit pun.”

Begitu pula Ali bin Husain. Ketika berwudhu, warna wajahnya berubah menjadi kuning. Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi ketika engkau berwudhu tadi?”

Ia menjawab, “Tidakkah engkau tahu dari apa yang aku lakukan dan siapa yang akan aku temui nanti?”

Ketahuilah bahwa shalat memiliki rukun, fardhu, dan sunah-sunah. Namun, ruh dari shalat adalah niat, ikhlas, khusyuk, dan hadirnya hati.

Shalat terdiri dari berbagai macam zikir, munajat, dan gerakan. Namun, tanpa hadirnya hati, semuanya akan kehilangan makna. Sebab, ucapan yang tidak disertai dengan kesadaran hati tidak ubahnya seperti orang yang mengoceh atau mengigau.

Yang dituju dari gerakan-gerakan shalat pun tidak akan tercapai tanpa kehadiran hati. Berdiri dalam shalat merupakan wujud pengabdian manusia kepada Allah. Rukuk dan sujud menggambarkan kerendahan diri serta pengagungan kepada-Nya.

BACA JUGA: Bersuci dan Berbagai Rahasianya

Allah berfirman, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)

Demikian pula dalam shalat. Gerakannya adalah bentuk lahiriah, sedangkan pengagungan, ketundukan, dan ketakwaan merupakan ruh yang menghidupkannya. []

Sumber: Mukhtashar Minhaj al-Qashidîn (Rahasia Hidup Orang-orang Shaleh) / Penulis: Ibnu Qudamah / Penerbit: al-Maktab al-Islami (Khatuliswa Pers) / Tahun Terbit ?/Cet.: 2000/Kesembilan

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119