Home RenunganOrang yang Memahami Isyarat

Orang yang Memahami Isyarat

Kita akan merasa malu nantinya kepada Allah atas apa yang kita lalaikan, karena akan tersingkap seluruh perkara yang kita sembunyikan saat ini.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Seseorang yang memiliki kewaspadaan tinggi dapat mengambil isyarat dan manfaat dari sebuah syair yang dibacanya.

Junaid, salah satu tokoh terkemuka asal Baghdad, berkata bahwa suatu saat Sary as-Saqthi memberikan sehelai kain yang bertuliskan:

“Aku mendengar seorang penggembala kambing yang bersenandung di jalan Makkah yang mulia. Ia berkata:

Aku menangis. Tahukah engkau apa yang membuatku menangis?

Aku menangis karena khawatir engkau meninggalkanku

dan engkau putuskan hubungan kita lalu engkau lari dariku.”

Betapa kuatnya pengaruh bait tersebut bagi Sary hingga dia menginginkan agar Junaid juga tahu apa yang didengarnya dari penggembala kambing itu. Dia beranggapan tak layak orang lain tahu apa yang dia dengar itu.

BACA JUGA:  Akibat Bermaksiat ketika Sendirian

Ada banyak orang yang memiliki tabiat kasar dan pemahaman yang rendah.

Saat mendengar kalimat seperti di atas, selalu tak nyaman. Tak mengherankan jika mereka melarang orang lain untuk mendengarkan kasidah dan senandung, karena mereka membawa kata-kata itu hanya pada tujuan-tujuan hawa nafsu.

Di manakah kita berada jika dibandingkan dengan al-Junaid dan Sary?

Jika kita melihat kedua orang itu, akan kita saksikan bahwa mereka adalah orang-orang yang tahu benar apa yang sedang mereka dengarkan. Adapun orang-orang yang berwatak kasar mengingkari ungkapan-ungkapan seperti itu karena tidak memahami maknanya.

Mereka yang arif dapat mengambil isyarat dan pelajaran dari makna terdalam kata-kata seperti di atas. Ia seperti sedang berbicara dengan Kekasihnya.

Syair di atas seakan mengatakan, “Aku menangis karena rasa khawatir Engkau palingkan wajah-Mu dan Engkau menjauh dariku.” Itulah yang terjadi pada Sary.

Masih banyak memang kaum yang tingkat kesadaran ruhaninya sangat tinggi, selalu dapat memahami isyarat. Mereka mengambil isyarat yang sangat penting dari apa yang dikatakan orang-orang awam secara tersirat.

Saya pernah melihat tulisan Ibnu ‘Aqil, salah seorang syaikh besar. Dia pernah mendengar seorang wanita bersenandung:

“Kucuci ia sepanjang malam, kupijit ia sepanjang hari.

Ia keluar mencari selain diriku, jatuhlah ia di tanah-tanah yang kotor.”

Dia lalu mengambil isyarat dari sajak di atas yang maknanya:

BACA JUGA:  Mengatasi Gejolak Nafsu

“Wahai hamba-Ku, Aku telah sempurnakan ciptaan-Ku, Aku telah perbaiki seluruh urusanmu, dan Aku sempurnakan bentuk badanmu, namun engkau hadapkan wajahmu kepada selain Diri-Ku. Cobalah engkau lihat apa akibat yang akan menimpamu jika engkau menentang-Ku.”

Ibnu ‘Aqil berkata, “Aku juga pernah mendengar dari seorang wanita suatu ungkapan yang menunjukkan betapa ia merasa sangat galau:

Berapa kali aku bersumpah ‘Demi Allah’ kepadamu

karena sikap lambanlah yang merusakmu.

Bagi kejelekan-kejelekan ada tabir yang akan tersingkap dalam beberapa waktu.”

Ibnu ‘Aqil melanjutkan,

“Kita akan merasa malu nantinya kepada Allah atas apa yang kita lalaikan, karena akan tersingkap seluruh perkara yang kita sembunyikan saat ini.” []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119