Ibnul Jauzi rahimahullah pernah mengeluhkan satu penyakit lama.
Penyakit yang terus berulang.
Bukan pada orang awam.
Tetapi pada sebagian orang yang mengaku berilmu.
Mereka sibuk memperbaiki tampilan.
Namun lalai menjaga batin.
Mereka fasih di hadapan manusia.
Namun longgar saat sendirian.
Ibnul Jauzi berkata,
mereka meremehkan pandangan Allah
ketika berada dalam kesendirian.
Padahal di sanalah ukuran kejujuran.
Di sanalah iman diuji.
Di sanalah amal ditimbang.
Allah Melihat di Saat Sunyi
Allah Ta‘ala berfirman,
“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?”
(QS. Al-‘Alaq: 14)
BACA JUGA: Sabar terhadap Maksiat
Ayat ini pendek.
Namun berat.
Karena ia menghancurkan rasa aman palsu.
Manusia bisa tertipu oleh gelar.
Manusia bisa terkecoh oleh tutur kata.
Namun Allah tidak pernah lengah.
Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,
“Barang siapa memperindah lahiriahnya di hadapan manusia,
namun merusak batinnya di hadapan Allah,
maka Allah akan membuka aibnya.”
Ilmu Tanpa Takwa
Ibnul Jauzi menyebut akibatnya.
Allah menghapus keindahan nama mereka.
Bukan dengan petir.
Bukan dengan bencana.
Tetapi dengan hilangnya penerimaan.
Mereka ada.
Namun seperti tiada.
Hadir.
Namun tak dirindukan.
Ini adalah musibah yang sunyi.
Tidak terasa sakit di badan.
Namun mematikan pengaruh.
Imam Malik rahimahullah berkata,
“Ilmu itu bukan banyaknya riwayat.
Tetapi cahaya yang Allah letakkan di dalam hati.”
Jika cahaya itu padam,
maka ilmu berubah menjadi beban.
Bahkan bisa menjadi hujjah yang menghancurkan pemiliknya.
Amal Rahasia dan Keberkahan
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian,
tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
Hati rusak di tempat sunyi,
maka amal di tempat ramai akan kehilangan ruh.
Sebagian salaf berkata,
“Amal yang paling ikhlas
adalah amal yang paling tersembunyi.”
Karena di sana tidak ada tepuk tangan.
Tidak ada pujian.
Tidak ada sanjungan.
Yang ada hanya Allah.
Dan hati yang jujur.
BACA JUGA: Taat, dan Jauhilah Maksiat
Penutup: Rawat Diri Saat Sendiri
Ibnul Jauzi tidak sedang mencela.
Beliau sedang mengingatkan.
Agar orang berilmu takut sebelum terlambat.
Jika ingin nama dijaga,
jaga dirimu saat sendirian.
Jika ingin ilmu bercahaya,
hormati pandangan Allah di setiap keadaan.
Karena siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah di tempat sunyi,
Allah akan memperindah namanya di tengah manusia.
Dan siapa yang meremehkan Allah di saat sepi,
maka jangan heran
jika ia hadir tanpa makna
dan hidup tanpa bekas. []
SUMBER: SHAIDUL KHATIR HAL 43
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

