Home » Kisah Nabi Ibrahim, Sarah, dan Raja yang Zalim: Riwayat Lain dalam Shahih Al-Bukhari

Kisah Nabi Ibrahim, Sarah, dan Raja yang Zalim: Riwayat Lain dalam Shahih Al-Bukhari

Sarah berkata, ‘Allah telah membalikkan tipu daya orang kafir atau orang durjana itu kepada dirinya sendiri.’

by Abu Umar
0 comments 50 views

Dalam riwayat lain, Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Nabi Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali tiga kali. Dua di antaranya berkaitan dengan perkara yang menyangkut Allah, yaitu firman Allah, ‘Sesungguhnya aku sakit.’ (Ash-Shaffat: 89), dan firman Allah, ‘Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.’ (Al-Anbiya: 63).

Adapun yang ketiga terjadi ketika suatu hari beliau bersama Sarah, istrinya, lalu mendatangi seorang raja yang zalim. Raja tersebut diberi informasi bahwa ada seorang laki-laki bersama seorang wanita yang paling cantik.

Maka, diutuslah seseorang untuk menemui Ibrahim. Utusan itu bertanya, ‘Siapakah wanita ini?’

Ibrahim menjawab, ‘Dia saudara perempuanku.’

BACA JUGA:   Ibrahim, Putra Rasulullah

Lalu, Sarah datang. Ibrahim berkata kepadanya, ‘Wahai Sarah, tidak ada orang beriman di muka bumi ini kecuali aku dan kamu. Orang ini telah bertanya kepadaku, lalu aku memberitahunya bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Maka, janganlah kamu mendustakan aku.’

Sarah pun dikirim kepada raja. Setelah Sarah menghadap, raja itu hendak menyentuhnya dengan tangannya. Namun, tiba-tiba tangannya lumpuh.

Raja berkata, ‘Berdoalah kepada Allah, dan aku tidak akan mengganggumu.’

Maka, Sarah berdoa hingga tangan raja itu kembali seperti semula.

Kemudian, raja hendak menyentuh Sarah untuk kedua kalinya. Namun, tangannya kembali lumpuh, bahkan kelumpuhannya lebih parah.

Raja memohon, ‘Berdoalah kepada Allah, dan aku tidak akan mengganggumu lagi.’

Tangan raja pun sembuh. Kemudian, raja memanggil para pembantunya seraya berkata, ‘Sungguh, yang kalian bawa kepadaku ini bukan manusia, melainkan setan.’

BACA JUGA:  Mengapa Nabi Nuh Disebut Hamba yang Banyak Bersyukur?

Akhirnya, Sarah dihadiahi Hajar sebagai pelayannya. Kemudian, Sarah pulang dan mendapati Ibrahim sedang salat. Ia memberi isyarat dengan tangannya agar Ibrahim menunggu sebentar.

Sarah berkata, ‘Allah telah membalikkan tipu daya orang kafir atau orang durjana itu kepada dirinya sendiri.’

Abu Hurairah berkata, ‘Itulah ibu kalian, wahai anak keturunan air langit.’ Maksudnya adalah air Zamzam, karena Allah Ta’ala pertama kali memancarkan air tersebut untuk Hajar dan Ismail.” []

Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119