Home Muhasabah2 Golongan Ini Lebih Baik Daripadaku

2 Golongan Ini Lebih Baik Daripadaku

Bukan berarti kita tidak boleh menilai perbuatan sebagai baik atau buruk. Namun, kita harus berhati-hati dalam menilai kedudukan seseorang di sisi Allah.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Salah satu tanda rendah hati adalah ketika seseorang tidak mudah merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Kita sering melihat kekurangan orang lain, tetapi lupa melihat kekurangan diri sendiri. Kita mudah menilai amal seseorang dari apa yang tampak di hadapan mata, padahal kita tidak pernah mengetahui bagaimana kedudukannya di sisi Allah.

Lihatlah bagaimana para ulama salaf mendidik hati mereka agar senantiasa rendah diri.

Dari Sahl bin Aslam Al-Adawi, diceritakan bahwa Bakr bin Abdillah Al-Muzani rahimahullah apabila melihat seseorang yang sudah lanjut usia, beliau berkata:

هَذَا خَيْرٌ مِنِّي هَذَا عَبَدَ اللَّهَ قَبْلِي

“Orang tua ini lebih baik dariku. Dia telah beribadah kepada Allah sebelum aku.” (Muhasabah An-Nafs karya Ibn Abi Ad-Dunya, no. 108)

BACA JUGA: 3 Golongan yang Terancam Tidak Diajak Bicara oleh Allah

Ketika melihat seorang pemuda, beliau pun berkata:

هَذَا خَيْرٌ مِنِّي ارْتَكَبْتُ مِنَ الذُّنُوبِ أَكْثَرَ مِمَّا ارْتَكَبَ

“Pemuda ini lebih baik dariku. Aku telah melakukan dosa lebih banyak daripada yang telah dilakukannya.”

Perhatikan cara beliau memandang orang lain.

Ketika melihat orang tua, beliau tidak berkata, “Aku lebih baik karena amalanku lebih banyak.” Sebaliknya, beliau melihat keutamaan orang tersebut karena telah lebih dahulu beribadah kepada Allah.

Ketika melihat seorang pemuda, beliau juga tidak meremehkannya. Beliau justru melihat dirinya sendiri dan mengingat dosa-dosanya.

Inilah sikap yang membuat hati selamat dari kesombongan.

Kita tidak mengetahui bagaimana akhir kehidupan seseorang. Bisa jadi seseorang yang hari ini kita pandang biasa saja justru memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah karena amal yang tersembunyi.

Sebaliknya, bisa jadi seseorang yang merasa dirinya telah banyak beramal justru terjatuh karena ujub dan merasa lebih baik daripada orang lain.

BACA JUGA: Menjadi Golongan yang Sedikit, Seperti Diberitakan oleh Al-Qur’an, Siapa Saja?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui tentang siapa yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)

Bukan berarti kita tidak boleh menilai perbuatan sebagai baik atau buruk. Namun, kita harus berhati-hati dalam menilai kedudukan seseorang di sisi Allah.

Maka, ketika bertemu orang yang lebih tua, hormatilah dan doakan kebaikan untuknya. Ketika bertemu orang yang lebih muda, jangan remehkan dia. Bisa jadi ia memiliki hati yang lebih bersih dan dosa yang lebih sedikit.

Daripada sibuk mencari alasan mengapa kita lebih baik daripada orang lain, bukankah lebih selamat jika kita sibuk mencari kekurangan diri sendiri dan memperbaikinya? []

banner

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119