Dalam kehidupan ini, manusia sering tertipu oleh penampilan lahiriah sebuah amalan. Kita terbiasa menilai kebaikan dari besarnya perbuatan, lamanya waktu yang dihabiskan, atau banyaknya tenaga yang dicurahkan. Padahal, ada satu hal yang jauh lebih penting dan menentukan: niat.
Al-Imam Ibnul Mubarak rahimahullah berkata,
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”
BACA JUGA: Pendapat-pendapat Para Ulama dalam Hal Melafazkan Niat
Ungkapan ini seakan mengetuk hati kita untuk meninjau ulang bagaimana kita memandang ibadah dan amal. Bisa jadi seseorang hanya memberikan sepotong roti kepada orang yang lapar, namun keikhlasan dan rasa kasih sayangnya menjadikan amalan itu lebih berat di timbangan akhirat daripada ribuan rakaat shalat malam yang dilakukan tanpa keikhlasan.
Jangan pernah remehkan kebaikan, sekecil apapun itu. Karena yang menentukan nilainya bukanlah mata manusia, tapi timbangan Allah yang Maha Adil. Bahkan Rasulullah ﷺ pun menegaskan dalam sabdanya:
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim)
Senyuman yang tulus bisa menjadi jalan menuju ridha Allah. Sebaliknya, amalan yang tampaknya besar seperti shalat malam bertahun-tahun atau puasa sunnah setiap pekan, bisa jadi hampa nilainya jika dikerjakan dengan niat riya’, ingin dipuji, atau merasa lebih baik dari orang lain.
Begitu pula saat seseorang sabar menghadapi musibah. Ia tidak menyuarakan keluh kesah, tidak menyalahkan takdir, dan tetap berprasangka baik kepada Allah. Kesabaran seperti ini, yang mungkin tidak terlihat gemerlap, bisa menjadi sebab seseorang mendapatkan derajat tinggi di sisi-Nya. Bisa jadi inilah jalan surga yang Allah pilihkan untuknya.
BACA JUGA: Amal Kebaikan yang Sia-sia
Maka, perhatikan niat. Luruskan ia setiap kali hendak beramal. Jangan terjebak dalam pencitraan amal, tapi bangunlah kekuatan dalam keikhlasan. Jangan menunda kebaikan karena merasa kecil, karena bisa jadi kebaikan kecil yang kamu lakukan hari ini adalah kunci surga yang selama ini kamu cari.
Allah tidak melihat rupa dan bentuk amal kita, tetapi Allah melihat hati dan niat kita. Maka jagalah ia sebaik mungkin, karena di sanalah letak nilai sebuah kebaikan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

