Pernahkah kita membayangkan bagaimana keadaan kita ketika kelak menerima lembaran catatan amal?
Di dalamnya tercatat semua yang pernah kita lakukan.
Yang terlihat oleh manusia maupun yang tersembunyi.
Perkataan yang pernah kita ucapkan.
Perbuatan yang pernah kita lakukan.
Kebaikan yang mungkin sudah kita lupakan.
Begitu pula kesalahan yang selama ini kita sembunyikan dari manusia.
Lalu, bagaimana agar kita bahagia ketika melihat catatan amal tersebut?
BACA JUGA: Beruntunglah Orang yang Banyak Beristighfar
Ada satu amalan yang sangat sederhana, tetapi memiliki keutamaan besar.
Perbanyaklah istighfar.
Dari Zubair bin Awwam رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيهَا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ»
“Barang siapa yang ingin berbahagia ketika melihat lembaran catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath, 1/256; Shahih Al-Jami’, no. 5955)
Perhatikan pesan hadis ini.
Kita semua tentu ingin memiliki catatan amal yang baik.
Namun, manusia tidak pernah luput dari kesalahan.
Ada dosa yang kita sadari.
Ada pula dosa yang bahkan tidak kita sadari.
Karena itu, istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Ketika kita mengucapkan “Astaghfirullah”, kita sedang mengakui bahwa diri kita tidak sempurna.
Kita mengakui bahwa kita membutuhkan ampunan Allah.
Kita mengakui bahwa sebanyak apa pun amal yang telah dilakukan, kita tetap membutuhkan rahmat-Nya.
Jangan menunggu menjadi orang saleh untuk memperbanyak istighfar.
Justru karena kita masih banyak kekurangan, kita membutuhkan istighfar.
Setelah melakukan dosa, beristighfarlah.
Setelah melakukan kesalahan, beristighfarlah.
Bahkan setelah melakukan kebaikan pun, jangan merasa telah sempurna.
Mintalah kepada Allah agar amal tersebut diterima.
Allah memuji orang-orang yang segera mengingat-Nya setelah melakukan kesalahan. “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya.” (Ali Imran: 135)
Saudaraku, jangan remehkan ucapan Astaghfirullah.
Mungkin hanya beberapa detik.
Namun, bisa menjadi sebab Allah menghapus dosa.
Bisa menjadi sebab hati menjadi lebih bersih.
Bisa menjadi sebab seorang hamba kembali kepada Allah.
Dan kelak, ketika lembaran catatan amal dibuka, kita berharap menemukan banyak istighfar yang menjadi sebab datangnya ampunan Allah.
Maka, biasakan lisan kita untuk beristighfar.
BACA JUGA: Catatan Amal dalam Sebuah Buku
Saat berjalan.
Saat duduk.
Setelah shalat.
Ketika selesai melakukan kesalahan.
Bahkan ketika sedang tidak melakukan apa-apa.
Jadikan istighfar sebagai kebiasaan.
Sebab kita tidak pernah tahu amal mana yang akan menjadi sebab keselamatan kita.
Semoga ketika kelak kita melihat lembaran catatan amal, kita tidak dipenuhi penyesalan, tetapi justru tersenyum bahagia karena mendapati banyak istighfar, taubat, dan amal kebaikan di dalamnya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

