Tidak ada masa setelah masa tersebut kecuali semakin banyak fitnah yang terjadi. Taklid semakin melimpah dan amanah semakin tercerabut dari dada manusia.
Mereka merasa tenang dalam meninggalkan pembahasan dan pencarian kebenaran dalam perkara agama dengan mengatakan:
“Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami sekadar pengikut jejak-jejak mereka.” (Az-Zukhruf: 23)
BACA JUGA: Bahasan Thaharah dari Fiqih Sunnah: Air yang Bercampur Najis
Hanya kepada Allah Yang Maha Menerima keluhan kita mengadu. Dialah Yang Maha Dimintai pertolongan. Kepada-Nya kita menaruh kepercayaan dan kepada-Nya pula kita bersandar.
Meskipun demikian, Allah tetap memiliki sekelompok hamba-Nya yang tidak dapat dibahayakan oleh orang-orang yang ingin mengalahkan mereka.
Mereka adalah hujah Allah di bumi-Nya.
Meskipun jumlah mereka sedikit, kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk di antara mereka.
BACA JUGA: Sekilas tentang Fiqih
Setelah memaparkan perkembangan mazhab-mazhab fikih dan berbagai perselisihan yang terjadi, penulis akan memberikan beberapa catatan.
Semoga dengan catatan tersebut Allah memberikan manfaat kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. []
Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

