Home Nasihat Ulama17 Nasihat Bijak Imam Syafi’i tentang Menuntut Ilmu

17 Nasihat Bijak Imam Syafi’i tentang Menuntut Ilmu

Nasihat Imam Syafi'i

by Abu Umar
0 comments 75 views

Menuntut ilmu bukan sekadar perjalanan intelektual, tetapi juga ibadah yang menuntut keikhlasan, kesabaran, dan adab yang lurus, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Syafi’i رحمه الله dalam berbagai nasihatnya yang sarat hikmah. Beliau mengajarkan bahwa ilmu tidak akan menetap di hati yang sombong, tidak tumbuh dalam jiwa yang malas, dan tidak diberkahi bila dicari demi selain Allah.

Melalui pandangan beliau yang tajam dan penuh keteladanan, kita diajak memahami bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh akhlak, kesungguhan, dan kesiapan jiwa untuk bersungguh-sungguh di jalan kebenaran.

1. “Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan.”

2. “Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.”

3. “Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil (bodoh) karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.”

4. “Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.”

BACA JUGA:  Keteguhan Imam Syafi’i Membela Sunnah

5. “Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya.”

6. “Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang. Maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.”

7. “Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat.”

8. “Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang.”

9. “Orang yang mengkaji ilmu faraid dan sampai pada puncaknya, maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadis, itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih, itu merupakan ilmu yang berlaku untuk semua kalangan baik muda maupun yang tua, karena fiqih merupakan dasar dari segala ilmu.”

10. “Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran.”

11. “Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu.”

12. “Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.”

BACA JUGA: 3 Tanda Kemuliaan Seseorang Menurut Imam Syafi’i 

13. “Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.”

14. “Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.”

15. “Ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan.”

16. “Ilmu itu adalah sesuatu yang bernilai positif, bukan yang menempel di kepala.”

17. “Tujuan dari sebuah ilmu itu adalah untuk mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah ilmu yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukan ilmu yang hanya bertengger di kepala.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119